AKIBAT SERING DI LALUI TRUK PENGANGKUT PASIR, JALUR EVAKUASI KELUD RUSAK PARAH

oleh -14 views
AKIBAT SERING DI LALUI TRUK PENGANGKUT PASIR, JALUR EVAKUASI KELUD RUSAK PARAH 1
Kepala Desa Penataran, Kateno, saat di temui Dayaknews.com di ruang kerjanya. (21/5)

Blitar, (Dayak News) Jalur evakuasi Bencana erupsi gunung kelud yang berada di Desa Penataran,Kecamatan Nglegok,Kabupaten Blitar, kondisinya rusak parah.Kerusakan jalan yang menghubungkan tiga Desa yaitu,Desa Sumber Asri,Desa Penataran dan Desa Nglegok tersebut di duga akibat seringnya di lalui truk bermuatan material galian golongan C.

Kepada dayaknews.com, Kateno,Kepala Desa Penataran,mengatakan, jika Jalan Kabupaten sepanjang empat kilometer yang di petakan Pemerintah sebagai jalur evakuasi itu saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.”benar mas,kondisi jalan yang di gunakan sebagai jalur evakuasi itu saat ini hancur.ini sangat membahayakan pengguna jalan.karena selain aspalnya banyak yang mengelupas,Juga banyak lubang-lubang dengan material jalan berupa bebatuan bercampur pasir dan tanah berhamburan di sepanjang jalan.coba sampean lihat..,setiap hari sejak jam 04.00 sudah banyak truk pengangkut pasir yang berlalu lalang untuk mengambil pasir di sepanjang aliran sungai lahar, Selotumpuk dan Sumber Asri. jika sampean lihat kerusakan yang paling parah berada di Dusun Pacuh.”katanya.

AKIBAT SERING DI LALUI TRUK PENGANGKUT PASIR, JALUR EVAKUASI KELUD RUSAK PARAH 2
Kondisi jalan sebagai jalur evakuasi bencana yang rusak parah.

Lebih lanjut,Kateno mengatakan jika pihak nya merasa kesulitan untuk memperjuangkan Pembangunan jalan.” Pemdes Penataran dua tahun lalu sudah pernah menyampaikan usulan untuk pembangunan jalan,namun hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak terkait.nah..kalau seperti ini yang di rugikan adalah warga.” urainya.

AKIBAT SERING DI LALUI TRUK PENGANGKUT PASIR, JALUR EVAKUASI KELUD RUSAK PARAH 3
Nampak aktifitas truk pengangkut Tambang galian C yang berlalu lalang di jalur evakuasi Penataran.

Sementara, pantauan media ini di lapangan,jalan yang di perkirakan sepanjang empat kilometer tersebut kondisinya memang rusak.permukaan jalan tampak bergelombang,penuh lubang-lubang dengan diameter dan kedalaman yang bervariasi.kondisi tersebut nampaknya akan lebih parah dan membahayakan jika datang musim hujan,di mungkinkan lubang-lubang dengan material batu dan pasir itu akan tergenang oleh air yang tak tampak oleh pengendara.melihat kondisi yang demikian kompleknya,sudah semestinya butuh perhatian dari Pemerintah.pasalnya,selain di gunakan masyarakat sebagai akses untuk beraktifitas sehari-hari, jalur tersebut adalah jalur utama yang telah di petakan Pemerintah sebagai jalur evakuasi.Yaitu jalur untuk memudahkan proses evakuasi saat kondisi darurat.

Menyoal hal tersebut, sudah saatnya Pemerintah membuat atau memperketat regulasi yang mengatur tentang jalur evakuasi dan jalan Tambang. (DArm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.