BELANDA IKUT PERANCIS SIAP PECAT PEGAWAI YANG TIDAK MAU DIVAKSIN ANTI COVID

oleh -
BELANDA IKUT PERANCIS SIAP PECAT PEGAWAI YANG TIDAK MAU DIVAKSIN ANTI COVID 1

Breda, Belanda (Dayak News). Para staf medis di Belanda diwajibkan untuk memvaksinasi diri mereka seperti kebijakan di Perancis?

Kebijakan ini akan menyebabkan banyak pekerja medis yang memilih berhenti dari pekerjaan mereka ini. Jika dipaksa maka di Perancis hal itu tidak akan menjadi persoalan. Tetapi di Belanda akan menyebabkan berkurangnya tenaga medis. Hal ini jadi dilema.

Kemelut ini tidak diragukan lagi menyebabkan perpecahan di kalangan tenaga medis di rumah-rumah sakit di Perancis, negara yang sedang dilockdown sementara ini.

Tetapi Presiden Macron tidak melihat adanya solusi lain selain dari mewajibkan warganya memvaksinasi diri terkhusus bagi para pekerja medis yang untuk sementara masih rendah angka vaksinasinya.

Kebijakan itu mengejutkan bagi perawat Amphia dan direktur persatuan perawat NU’91, Arjan van den Broek, Suprised Amphia nurse and union director for NU’91, Arjan van den Broek, yang terkejut dengan keputusan negara Perancis itu.

Dikatakan Van den Broek memang pelaksanaan vaksinasi di Perancis masih rendah. Tetapi dengan kebijakan pewajiban itu maka kondisi di sana akan semakin parah. Van den Broek membandingkan bahwa para pekerja medis di Perancis itu mampu untuk membiayai perawatan kesehatan mereka, jadi jika mereka diberhentikan dari pekerjaannya, mereka mudah mendapatkan pekerjaan baru.

Hak mendasar yang dihargai di Perancis selama ini menjadi isu utama dalam kebijakan vaksinasi wajib ini. Van den Broek menyebut bahwa banyak rekan perawat yanv tidak memahami kebijakan ini. Demokrasi yang kita junjung tinggi tidak membolehkan adanya pemaksaan dan menghargai hak untuk memutuskan sendiri apa yang baik bagi dirinya.

Kondisi di Belanda saat ini sekitar 80 persen dari seluruh pekerja medis. Itu lebih tinggi dari di Perancis saat yang sama. Bahkan di Belanda banyak dokter yang sudah divaksin. Di antara 10 perawat hanya ada 4 yang menolak untuk divaksin.

Van den Broek sendiri sudah divaksin. Katanya itu adalah pilihan diri sendiri. Tetapi ia menolak kebijakan pewajiban dengan imbal pekerjaan itu karena jelas akan menyebabkan semakin kurangnya pekerja medis di tiap rumah sakit.

Persoalan ini menghadirkan pertanyaan bagi kita. Sedangkan tidak semua pekerja medis mau divaksin, karena mereka tidak merasa perlu, lalu mengapa vaksinasi itu diwajibkan? Adakah sesuatu yang mereka para pekerja medis itu ketahui tentang vaksin dan vaksinasi? Tentu dalam hal ini peran sosialisasi itu yang harus digencarkan. Vaksinasi adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk membuat kekebalan komunitas (herd Immunity) itu terjadi. Dalam puluhan tahun ke depan barulah terasa kekebalan genetik manusia terhadap virus Covid-19 itu. Dari situs berita BNdestem.nl. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.