PEMERIKSAAN GENOSE C-19 DIUJICOBAKAN PADA PENUMPANG KERETA API

oleh -
PEMERIKSAAN GENOSE C-19 DIUJICOBAKAN PADA PENUMPANG KERETA API 1
Simulasi penggunaan geNose C-19 untuk mendeteksi Covid-19 oleh pihak UGM. (FOTO : IST)

Jakarta, 4/2/2021 (Dayak News). Stasiun kereta api (KA) di Jakarta dan Yogyakarta mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan GeNose C-19 terhadap para calon penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut, GeNose menambah opsi metode pengecekan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 selain tes rapid antigen dan PCR.

Penggunaan GeNose mulai diujicobakan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, sementara peluncuran secara resmi akan dilakukan pada Jumat (5/2) besok. Sedangkan di Yogyakarta,  pemeriksaan GeNose menjadi syarat perjalanan penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Rabu (3/2/2021).

GeNose merupakan produk inovasi berbasis riset berupa hidung elektronik pendeteksi Volatile Organic Compound dalam napas manusia, yang ditemukan oleh tim peneliti UGM yang dipimpin Prof Kuwat Triyana.

Produk ini mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada Desember tahun lalu.

Penggunaannya untuk screening Covid-19 bagi penumpang kereta api jarak jauh di wilayah Pulau Jawa disetujui oleh Satgas Covid-19 dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Covid-19.

“Hari ini pertama untuk soft launching implementasi GeNose di stasiun kereta api. Beberapa penumpang sudah mencoba untuk menggunakan GeNose dan mudah-mudahan implementasinya bisa berjalan dengan baik,” ujar Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Dr Hargo Utomo seperti dikutip Dayak News dari Siberindo.

Pada hari pertama penerapan GeNose di Stasiun Tugu mendapat sambutan positif dari para calon penumpang kereta api. Pasalnya, pemeriksaan Covid-19 menggunakan metode ini biayanya relatif lebih terjangkau dibandingkan tes rapid antigen dan PCR.

Di stasiun Tugu sendiri tersedia enam alat GeNose pada bilik terpisah yang bisa digunakan oleh calon penumpang. Setelah mendaftar dan melakukan pembayaran pada loket, calon penumpang akan diberikan kantong udara yang digunakan untuk menampung napas.

Pada setiap bilik terdapat petugas yang akan memberikan penjelasan serta instruksi yang harus diikuti oleh calon penumpang untuk mengembuskan napas ke dalam kantong.

Kantong tersebut kemudian diserahkan kepada petugas, dan calon penumpang dipersilakan untuk menunggu selama beberapa menit hingga hasil keluar dan calon penumpang akan dipanggil untuk menerima keterangan hasil pemeriksaan.

Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang meninjau uji coba penerapan GeNose di Stasiun KA Pasar Senen memberikan apresiasi kepada UGM yang telah secara cermat melakukan penelitian hingga menghasilkan alat yang selain murah juga nyaman untuk digunakan.

“Kami yakin alat ini sudah teruji untuk digunakan sebagai alat penyaringan Covid-19 di simpul-simpul transportasi seperti di stasiun. Nantinya secara bertahap penggunaan GeNose akan ditambah di titik-titik stasiun lainnya,” terang Menhub dalam siaran pers yang dirilis oleh PT KAI. (sar/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.