SOPIAN ADAMI SH : SUDAH SAATNYA EKSPORTIR MEMANFAATKAN PELABUHAN DI ACEH

oleh -
oleh
SOPIAN ADAMI SH : SUDAH SAATNYA EKSPORTIR MEMANFAATKAN PELABUHAN DI ACEH 1
Sopian Adami, SH

Medan, (Dayak News) –Tak bisa dipungkiri sejak masa kerajaan dulu hingga sekarang Aceh memiliki komoditas ekspor yang cukup potensial.Namun, sayang sekarang komoditas tersebut diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain.

Padahal Aceh mempunyai beberapa pelabuhan sendiri yang representatif. Salah satunya Pelabuhan Krueng Geukueh di Kota Administratif Lhokseumawe. Namun tidak dimanfaatkan para eksportir-importir secara maksimal. Jika komoditas tadi terus diekspor melalui pelabuhan lain, selamanya Aceh mengalami kerugian

Hal itu diungkapkan salah seorang pemerhati ekonomi Aceh, Sopian Adami kepada media ini di Medan, Selasa 13/6/2023. Putra Aceh yang berdomisili di Lhokseumawe melontarkan masalah itu setelah melihat komoditas asal Aceh masih diekspor melalui pelabuhan lain.

Pertanyaannya, lanjut Sopian kendala apa yang masih dihadapi para eksportir-importir maupun pelaku usaha lainnya sehingga belum memanfaatkan pelabuhan di Aceh. Tapi, lebih memilih pelabuhan di provinsi lain seperti Pelabuhan Belawan, tetangga dekat Aceh.

Padahal, Pelabuhan Krueng Geukueh siap memfasilitasi perdagangan luar negeri dengan biaya bersaing. Tentu saja pemerintah daerah perlu merangkul dan berembuk para eksportir-importir. Misalnya apa saja yang menjadi kendala menyebabkan mereka tidak menggunakan fasilitas pelabuhan di Aceh.

Sopian Adami menyatakan masih ingat ketika itu Kadis Perhubungan Aceh, Teungku Faisal melakukan kunjungan kerja ke PT Pelindo.(Persero) Cabang Lhoseumawe awal Agustus 2022 lalu. Setelah.meninjau langsung melihat kesiapan sarana, prasarana dan aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Krueng Geukueh, Teungku Faisal menyatakan sangat siap untuk kegiatan ekspor – impor berbagai jenis komoditas.

“Dalam hal ini kita apresiasi bahwa Pelabuhan Krueng Geukueh Kotif Lhokseumawe telah comfly (patuh) dengan serifikasi internasional SOCPH dan menerapkan ISPS code dan pelabuhan ini juga telah melakukan beberapa kegiatan ekspor,” ujar Sopian Adami yang juga pengacara kondang ini seperti pernah diutarakan Kadis Perhubungan Aceh ketika itu.

Menyinggung tentang nilai ekspor Aceh,.Sopian Adami menyebutkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, bahwa nilai ekspor komoditas asal Aceh pada bulan Maret 2023 sebesar 72.039.262 US Dolar. Angka ini naik sebesar 7,81 persen dibandingkan bulan Februari 2023.

Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Maret 2023 dari kelompok komoditas bahan Bakar Bakar Mineral yaitu sebesar 46.975.942 USD berupa Batubara dan Kondensat. Namun sayang ekspor komoditas tersebut masih dilakukan melalui pelabuhan di luar Aceh.

.Ekspor komoditas terbesar asal Provinsi Aceh selama bulan Maret 2023 ditujukan ke negara India yaitu sebesar 45.708.453 US Dolar dengan komoditas utama berupa Batubara dan CPO.Menurut sektor, ekspor tertiggi dari Provinsi Aceh pada bulan Maret 2023 merupakan hasil pertambangan, yaitu senilai 47.181.913 US Dolar.

.Nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Maret 2023 sebesar 23.234.186 USD, naik sebesar 1.298,30 persen dibandingkan Februari 2023.Selama bulan Maret 2023 nilai impor terbesar berasal dari komoditas Pupuk, yaitu senilai 15.298.000 USD.Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan Maret 2023 surplus.

*Bukankah mengalami surplus sebesar 48.805.076 US Dolar.Persentase total nilai ekspor komoditas asal Aceh yang diekspor melalui provinsi lain pada Maret 2023 sebesar 20,17 persen terhadap total ekspor komoditas asal Aceh,” rinci Sopian Adami.

Bisa dibayangkan ekspor komoditas Aceh melalui provinsi lain mencapai 20,17 persen. Bila presentase yang tak sedikit itu mengalir di Aceh, sungguh luar biasa.Tapi selama ini mengalir ke luar..” Karena itu mari kita manfaatkan fasilitas Pelabuhan Krueng Geukueh secara maksimal untuk.memakmurkan daerah.Aceh sendiri,* harapnya.

Sopian Adami menambahkan,..pemerintah Aceh bersama DPRA kabarnya sudah menyusun Rancangan Qanun Aceh tentang Tataniaga Komoditas Aceh. Qanun ini sangat berperan dalam rangka mengatur tataniaga komoditas andalan ekspor melalui pelabuhan di Aceh.

BACA JUGA :  Ketua MPW PP Kodrat Shah: Kita Sebagai Pemuda Harus Menjaga NKRI dan Menjaga Ideologi Bangsa

“Bahkan pada prinsipnya Pelindo Cabang Lhokseumawe.menyatakam mendukung penuh kebijakan.Rancangan Qanun tersebut apalagi fasilitas yang tersedia di Pelabuhan Lhokseumawe katanya sudah cukup.lengkap,” papar Sopian Adami seperti pernah diungkapkan manajemen.Pelindo Cabang Lhokseumawe beberapa waktu lalu.(tiar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.