Sopian Adami,SH : Kawasan Pusong Lhokseumawe Simpan Potensi Ekonomi Perlu Dikembangkan Secara Profesional

oleh -
oleh
Sopian Adami,SH : Kawasan Pusong Lhokseumawe Simpan Potensi Ekonomi Perlu Dikembangkan Secara Profesional 1
Sopian Adami,SH

Lhokseumawe (Dayak News) – Kawasan Pusong Lhokseumawe yang menyimpan potensi ekonomi sektor perikanan, UMKM dan pariwisata perlu dikembangkan secara profesional bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

Bayangkan saja potensi sektor perikanan laut saja sejak lama hingga seterusnya cukup menjanjikan bagi peningkatan pendapatan para nelayan karena hasil tangkapannya yang lumayan banyak. Lihat saja ratusan kapal penangkap ikan menyandar di sana.

“Bahkan manakala datang musim ikan tongkol dan ikan lainnya cukup menggembirakan nelayan dalam memenuhi kebutuhan hari-hari ,” ujar Sopian Adami,SH, warga Kota Lhokseumawe .kepada media ini, Senin 11/9/2023 usai melihat-lihat dari dekat kawasan Pusong Lhokseumawe,

Tapi sayang, lanjut.Sopian Adami, karena sejumlah kapal nelayan berbobot besar tersangkut saat memasuki lokasi tempat pendaratan ikan (TPI) akibat dangkalnya area TPI di Pusong Baru itu . Kapal penangkap ikan berlabuh di area sejauh 800 meter dari TPI.

“Mereka terpaksa berlabuh jauh hampir 1.km dari TPI menyebabkan hasil tangkapannya diangkut lagi ke TPI dengan menggunakan kapal kecil atau sampan. Nah, untuk menjawab keluhan para nelayan itu, .pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe sudah saatnya melakukan pengerukan areal TPI Pusong Baru,” pinta Sopian Adami yang juga.pengacara kondang ini.

Bukan hanya itu, papar Sopian, nelayan juga meminta pemerintah setempat untuk menyediakan cold storage atau ruangan pendingin guna menyimpan ikan hasil tangkapan.nelayan yang terkadang membludak agar tidak membusuk dan terbuang.

Cold storage adalah suatu ruangan yang dirancang khusus untuk kondisi temperatur rendah ( dingin ) yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk termasuk ikan hasil tangkapan nelayan di laut lepas samudera Hindia.

“Sebenarnya bagi pemerintah daerah setempat tidak ada alasan untuk.menjawab keluhan nelayan yang melakukan bongkar muat ikan di TPI Pusong Baru..Sebab cold storage merupakan tantangan global untuk memenuhi kebutuhan nelayan dalam melakukan bisnis ikan baik skala kecil maupun menengah,” sebut Sopian Adami.

BACA JUGA :  Forum Tingkat Tinggi ASEAN: Penanganan Disabilitas Dilakukan Secara Komprehensif

Menurut Sopian, cold storage bisa dibangun dengan dimensi yang menyesuaikan kapasitas kebutuhan penyimpanan bagi para nelayan maupun pengusaha ikan dengan kapasitas yang disesuaikan sehingga penyimpanan ikan bisa bertahan lama dan aman untuk dikonsumsi para konsumen.

“Sungguh sangat disayangkan, apabila pengerukan areal TPI dan pengafaan cold storage bagi para nelayan masih terabaikan, maka kapasitas usaha para nelayan tidak akan berkembang selamanya. Sebab, manakala.hasil tangkapan.mereka membludak maka nelayan atau pengusaha ikan mengalami kesulitan mengamankan hasil produksinya. Pada gilirannya terbuang sia- sia,” kata Sopian Adami yang pekan lalu sempat memantau kawasan Pusong Lama dan Pusong Baru itu.

Menyinggung tentang perkembangan industri pariwisata di berbagai pelosok tanah air, Sopian Adami mengakui kawasan Pusong Lama, Pusong Baru dan kawasan waduk setempat tak kalah menarik.sangat memiliki daya tarik tersendiri bagi pengembangan sektor pariwisata Islami. Cuma, dia melihat dari dekat kawasan ini terkesan terabaikan. Padahal pesona alam sejauh.mata memandang harus dijamah sebagai lokasi pariwisata Islami.

“Saya melihat sebuah sungai kecil maupun waduk di negara tetangga kita paling dekat Malaysia misalnya disulap menjadi tempat wisata menarik dilintasi spead boat, perahu kecil, dan kendaraan air.lainnya cukup mengasyikkan bagi pengunjung. Kenapa kita yang lebih indah dari mereka kita biarkan begitu saja.Padahal di kawasan pusong selain potensi pemandangan alam yang.menarik juga pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah UMKM) bisa kita gairahkan daripada dibiarkan dengan lingkungan yang sumpek,” sebut Sopian Adami.

Menurut pandangan Sopian Adami yang juga pemerhati industri pariwisata ini, pemerintah perlu.membangun sebuah.masjid lengkap dengan pustaka. Sementara sepanjang jalan di kawasan itu dibangun kios-.kios permanen bagi UMKM. Mereka bisa menjual aneka barang kerajinan dan kebutuhan.lainnya bagi para pengunjung lokasi wisata.Islami itu.

BACA JUGA :  GEDUNG POLDA SUMUT TERBAKAR, DIDUGA KORSLETING LISTRIK

“Penataan kawasan Pusong dan Waduk ini menjadi lokasi wisata Islami ini memang membutuhkan investasi. Hal ini tidak sulit dan yang penting mindsite atau pola pikir positif bagi masyarakat. Sebab, orang sukses itu menerima kesalahan sebagai peluang untuk belajar dengan mengambil langkah-langkah lebih cerdas pada setiap kesempatan lain dengan melihat sisi positifnya,” tambah Sopian Adami.

Lantas bagaimana seharusnya cara mengajak masyarakat lanjut Sopian Adami terutama generasi muda di kawasan tersebut untuk terus mengasah kemampuan misalnya dengan membaca buku. Itu sebabnya di kawasan Pusong dan Waduk ini perlu dibangun sebuah pustaka lengkap dengan berbagai buku di halaman masjid yang representatif.

“Sudah seyogianya Pemko Lhokseumawe menyulap kawasan Pusong dan Waduk ini menjadi objek wisata Islami dengan berbagai kegiatan yang mampu mendorong pengunjung..Masyarakat setepat juga melakukan hal yang positif, bermanfaat dan berdaya guna wisatawan termasuk hiburan dan reakreasi yang mengisi kocek Pemko Lhokseumawe ini,” pungkas Sopian Adami.

Mennurut pendapat putra daerah ini, pengembangan kawasan Pusong dan Waduk ini tidak terlepas dari Lhokseumawe sebagai Kota Transit Perdagangan menyusul Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Arun yang sudah digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) termasuk Pelabuhan Arun yang sudah ada lebih awal.

Jadi pembangunan sebuah kawasan ekonomi di suatu daerah dalam upaya mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Justru itu dibutuhkan investasi melalui penyiapan sebuah kawasan yang memiliki daya tarik dan keunggulan tersendiri,” imbuh Sopian Adami,SH.(BA/Del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.