EURO 2020 SEBAGAI AJANG MENEMPA KARAKTER

oleh -10 views
EURO 2020 SEBAGAI AJANG MENEMPA KARAKTER 1

Palangka Raya (Dayak News) – Banyak analisis pengamat sudah bertebaran di media pers daring atau media sosial, terhadap tim-tim mana saja yang memiliki peluang untuk menjuarai Euro 2020 yang tertunda setahun ini.

Analisis itu dengan melihat performa dari tim-tim yang lolos fase grup ke fase 16 besar, yang sudah mulai hari ini, Sabtu (27/6) tengah malam waktu Indonesia.

Para analis itu akan dengan mudah menunjuk, Italia, Belgia dan Belanda untuk menjuarai turnamen bola antar negara Eropa ini. Pasalnya, ketiga tim itulah yang berhasil menyabet poin penuh 9 di fase grup. Artinya, kesiapan mereka sangat prima.

Tetapi, harap diingat turnamen ini hingga finish pada 12 Juli nanti, juga memerlukan konsistensi dan determinasi untuk sebuah tim itu jadi jawara.

Timbul pertanyaan penting, apa kaitan antara konsistensi dan peluang juara itu? Itulah yang akan kita lihat dari performa tim-tim Italia, Belgia dan Belanda, serta apakah ada kemungkinan kompetitor dari grup neraka, grup F yaitu Perancis, Jerman dan Portugal bisa memperbaiki diri dan akan juga muncul menjadi kandidat juara.

Jika melihat jalur ke arah partai final 12 Juli nanti, maka Italia takkan ketemu Jerman hingga final. Begitu pula Belanda dan Perancis, misalnya.

Italia, Belgia, Portugal, dan Perancis akan saling bentrok hingga fase semifinal. Sedangkan Belanda, Jerman dan Swedia, Denmark di jalur berbeda.

Maka pertarungan imbang antara Perancis versus Portugal misalnya, seperti final Euro 2016 lalu tidak akan terulang lagi, karena maksimal keduanya kalau lolos fase 16 besar dan perempat final, akan ketemu lagi di semifinal. Bukan di partai final.

Begitu pula dengan duel klasik antara Jerman kontra Belanda, tidak bisa diharapkan terjadi di final, karena jika keduanya terus melaju akan bertemu di semifinal maksimal.

Lebih dari itu, kita harus memberikan applaus khusus untuk Perancis, Jerman dan Portugal yang berhasil menunjukkan kualitas tim-tim spesialis turnamen. Mereka bertiga lolos maju ke fase 16 besar bersama-sama.

Bahkan terkhusus untuk Jerman, yang selama ini dikenal sebagai tim Diesel yang lamban panas tetapi semakin panas semakin lama. Pertemuan dengan Inggris yang akan terjadi di Wembley London, Selasa (29/6) nanti, akan menjadi satu lagi ujian berat bagi si Panzer yang bukan sekedar oleh Dewi Fortuna dikawal tetapi oleh ujian pembentukan karakter selama turnamen ini berlangsung.

Jika bisa lolos dari grup neraka ini, bisa dibilang Jerman sukses menempa diri untuk menghadapi babak-babak selanjutnya. Kepercayaan diri mereka bakal meningkat. Tidak aneh jika kandidat juaranya berasal dari grup yang sulit ini.

Meskipun yang tak boleh dilupakan, bahwa para pemain dari Portugal, Jerman dan Perancis, didera banyak persoalan fisik dan terkena kartu kuning. Dua hal ini wajar terjadi dari kelolosan mereka keluar dari grup neraka. Itu artinya para pelatih dan peramu taktik dari tim-tim ini harus bisa mulai berani memainkan para cadangan yang sudah selama ini hanya menonton rekannya bermain.

Tidak mudah menebak juara Euro 2020 ini, karena di samping adanya tim-tim langganan juara lolos, ada tiga kandidat tim kejutan pula yang bisa mengubah peta situasi. Tim-tim itu antara lain Swedia, Kroasia dan tidak mustahil Ukraina yang lolos dari lubang jarum ke fase 16 besar.

Jika Ukraina lolos dengan poin minimal dan selisih gol lebih baik sedikit dari Slowakia yang digunduli Spanyol 5-0 di laga terakhir grup E. Tidak ada beban bagi Ukraina jadinya. Mereka bisa bermain santai lepas dan ini akan sangat berbahaya bagi tim yang dihadapinya.

Pokoknya, kita tidak bisa hanya melihat dari atas kertas saja, peluang-peluang tim kandidat juara turnamen ini. Ada banyak pertimbangan yang harus dilihat juga, baik dari dalam lapangan ataupun dari luar lapangan hijau.

Bagaimana dengan anda sendiri menilai, kans juara Euro 2020 ini dengan melihat kedua jalur menuju semifinal itu. Di satu sisi Italia, Perancis, Belgia dan Spanyol akan saling berjuang untuk sampai ke final. Sedangkan di sisi sebelah, Belanda, Jerman, Inggris, Swedia dan Denmark akan saling tebas untuk sampai ke final?

Sekali lagi, ini adalah turnamen sepakbola yang top di bawah Piala Dunia, di mana konsistensi itu adalah kunci untuk merangsek maju terus hingga akhir. Yang tidak konsisten akan gugur dan pulang kampung dengan gigit jari. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.