FINAL BUKAN IDAMAN YANG TAKKAN DIULANGI LAGI

oleh -
FINAL BUKAN IDAMAN YANG TAKKAN DIULANGI LAGI 1

Nyon Swiss (Dayak News) – Presiden badan sepakbola Eropa UEFA Aleksander Ceferin baru-baru ini mengungkapkan bahwa format tuan rumah multi negara dalam EURO 2020 kali ini tidak fair. Hal itu setelah sekian tim nasional negara-negara yang tersingkir mencibir hasil finalis yang muncul dalam turnamen ini, yaitu Italia dan Inggris.

Ceferin membenarkan penilaian dari pihak-pihak tersebut, diakuinya bahwa kedua finalis kali ini, sangat diuntungkan dengan sistem tuan rumah di 12 stadion di 11 negara Eropa. Italia telah memainkan tiga laga grup A di Roma Italia. Begitu pula Inggris di grup D di Wembley London, hingga akhirnya sampai ke final.

Format seperti ini diputuskan oleh UEFA karena dengan maksud mencegah terjadinya pengumpulan massa fans pendukung tim-tim yang berlaga di satu atau dua negara sekaligus. Hal ini dikhawatirkan akan bisa menularkan Covid-19 dengan cepat. Walaupun dengan harapan lain agar dicoba hasil program vaksinasi se-Eropa itu sejauh mana sudah berhasil membangun kekebalan komunitas.

Pada akhirnya dua tim nasional yang paling diuntungkan itulah yang sudah maju ke partai final nanti malam (12/7) waktu Indonesia. Inggris kontra Italia sudah terlanjur sampai ke fase akhir, nasi sudah terlanjur jadi bubur. Diakui ini bukan partai idaman yang fair.

Ceferin mengakui ini sungguh tidak adil bagi tim-tim lain yang sudah terbang kian kemari di seantero negara-negara Eropa dalam melakoni laga-laga mereka. Ketika mereka satu demi satu akhirnya berguguran, itu sudah jelas karena faktor teknis kejauhan bepergian. Sulit mencapai performa permainan yang maksimal.

Karena itu Aleksander Ceferin menjanjikan suatu perbaikan bagi pelaksanaan turnamen Euro 2024 lebih baik lagi. Tuan rumah tunggal untuk tahun 2024 telah ditunjuk Jerman. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.