MISI BALAS DENDAM SOUTHGATE PADA JERMAN

oleh -
MISI BALAS DENDAM SOUTHGATE PADA JERMAN 1

Palangka Raya (Dayak News) Selasa (29/6) adalah hari yang penting bagi pelatih nasional Inggris the Three Lions. Pasalnya laga penting di fase 16 besar Euro 2020 kontra Jerman merupakan suatu kenangan buruk bagi dirinya sendiri saat masih berstatus skuad pemain Inggris dulu.

Southgate adalah pemain gelandang bertahan Inggris kala dalam semifinal Euro 1996 dulu, menjadi eksekutor penalti yang gagal menceploskan bola ke gawang der Panzer yang dijaga kiper Andreas Koepke.

Lima penendang Inggris sebelumnya sukses mengeksekusi penalti mereka, sementara giliran Southgate sebagai penendang ke-6 gagal. Karena ini mati hidup, maka penalti terakhir Jerman sukses dilesakkan Andreas Moeller – Jerman mulus ke partai final berjumpa Republik Ceko.

Southgate mungkin tidak akan pernah tidur nyenyak sedemikian lama akibat gagalnya ia menjaringkan bola dan juga menyukseskan Inggris sampai di partai final dan hingga bahkan menjuarai turnamen yang dilangsungkan di negeri mereka sendiri itu. Tema turnamen waktu itu adalah “Football Coming Home” – seakan berubah menjadi “England Coming Out from the Tournament.” Sungguh menyesakkan dada bagi publik pecinta bola dan fans Inggris di seluruh dunia waktu itu.

Pelatih tim Inggris waktu itu Terry Venables mengatakan bahwa tim yang diasuhnya sudah bermain begitu baik selama putaran penyisihan hingga mengalahkan Belanda di perempat final. Ibarat seseorang sedang ingin menuju meja kehormatan dalam suatu perjamuan makan, tetapi ada orang yang mengambil kursi duduk kita, begitu tutur Venables getir setelah ia mundur dari kursi pelatih Inggris.

Kini, pada waktu berbeda, dengan alih generasi Gareth Southgate telah menjadi pelatih Inggris dengan jelang menghadapi lawan yang selama ini jadi mimpi buruknya, der Panzer Jerman.

Akankah pertandingan hidup mati di Stadion Wembley London esok, akan memperpanjang rekor buruk Inggris selalu kalah dari Jerman – bahkan sering kalah dalam adu penalti? Ataukah Southgate justru akan senyum sumringah kala Inggris berhasil membalas dendam pada kutukan adu penalti itu?

Kita tunggu saja, bagaimana kelanjutan cerita itu, esok saat laga big match Inggris kontra Jerman terjadi. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.