RESUME DAYAK NEWS ATAS EURO 2020

oleh -5 views
RESUME DAYAK NEWS ATAS EURO 2020 1

Palangka Raya (Dayak News) -Perhelatan Euro 2020 telah usai. Italia telah keluar sebagai juara untuk kedua kalinya, setelah tahun 1968. Final di Wembley London kemarin telah memberikan kepada kita lagi beberapa hal penting untuk perkembangan sepakbola kita di negeri kita.

Sebagaimana yang kita ketahui Indonesia tidak lolos pra kualifikasi grup Piala Dunia zona Asia untuk berlaga di babak ketiga, dan tragisnya menjadi juru kunci di grup.

Euro 2020 yang kita tonton selama sebulan terakhir menjadi suatu kaca benggala, untuk bercermin bahwa betapa kita tertinggal jauh dari perkembangan sepakbola Eropa. Betapa tidak, tim-tim yang berlaga sekelas Ukraina dan Makedonia Utara, yang baru beberapa kali ikut turnamen ini ternyata bisa menyajikan permainan yang mengesankan. Ukraina bahkan lolos hingga fase perempat final, hasil yang mengejutkan. Setidaknya Ukraina masih lebih baik dibanding Jerman, Portugal dan Perancis yang gagal melaju ke perempat final.

Harus kita akui, pengembangan industri sepakbola di benua Biru tidak terlepas dari rapi dan disiplinnya roda kompetisi liga-liga domestik di ke-59 negara anggota badan sepakbola Eropa UEFA. Tanpa kompetisi yang rutin dan tepat penjadwalan laga, maka akan sulit membangun sebuah tim nasional di tiap-tiap negara.

RESUME DAYAK NEWS ATAS EURO 2020 2

Selain dari para pemain lokal, maka bursa transfer pemain bola lintas negara juga menjadikan liga-liga di Eropa itu mudah untuk menjadikan profesionalitas para pemain yang memperkuat tim-tim nasional mereka. Skill dan kebugaran para pemain dipersiapkan melalui rutinitas bermain di klub-klub bola yang mengontrak pemain-pemain itu.

Bagaimana dengan kita sendiri di Indonesia? Liga domestik kita masih jauh dari kata sempurna sebagai ajang pembinaan bakat-bakat muda untuk bisa berlaga di kancah internasional. Liga domestik kita masih berkutat pada manajemen yang lemah sehingga tidak bisa menyiapkan stok para pemain ke tim nasional. Itulah akhirnya sering tim nasional Indonesia jadi bulan-bulanan ketika tampil di taraf pra kualifikasi tingkat Asia bahkan lebih kecil tingkat Asia Tenggara saja. Kita kalah profesional dan skill dari para pemain tim-tim nasional Thailand dan Vietnam.

Euro 2020 ini untuk kesekian kalinya mengajarkan kita, para pengampu persepakbolaan nasional untuk mau mengubah mentalitas asal tampil saja, dan tidak benar-benar menggunakan segala sumberdaya sehingga tercipta suatu tim nasional yang berkarakter nasional. Negara 270 juta penduduk ini hanya bisa menjadi penonton di depan televisi, siaran-siaran bola internasional. Sungguh miris sebenarnya.

Harapan besar dari publik pecinta bola nasional, Indonesia suatu waktu akan tampil di Piala Dunia membawa kebanggaan bangsa dan suatu potensi untuk para pemain kita bisa bermain di liga-liga Eropa juga suatu saat nanti. Tetapi jalan untuk ke situ harus dimulai dari pengurusan dan pengembangan kompetisi yang baik dan benar. Sebab ada banyak anak-anak bangsa ini yang bisa bermain bola sejak usia yang paling dini. Hanya tinggal diasah dan dibina untuk masuk pada kehidupan sepakbola yang baik saja menyusul. Masa sich, yang begitu saja kita ini masih tidak becus?

Secara khusus, untuk lokal Kalimantan Tengah, dunia persepakbolaan daerah ini masih belum serius diurus oleh asosiasi PSSI daerah ini. Tidak adanya kompetisi lokal bergulir menyulitkan klub Kalteng Putra untuk memiliki stok pemain yang berasal dari daerah ini sendiri. Lebih banyak berkutat pada membeli pemain-pemain dari daerah lain atau dari mancanegara. Hal ini sungguh sangat disayangkan.

Sekali lagi, kunci kita memahami mengapa dunia sepakbola di benua lain itu bagus dan enak ditonton, tentu karena sepakbola di sana sudah dikelola secara profesional dan rutin sebagai industri. Bukan sekedar hanya tampil saja. Semoga kita semua mengambil hikmah dari pergelaran Euro 2020 ini. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.