Ijen Geopark: Ikon Geowisata Berkelanjutan dalam Perspektif Ilmu Administrasi

oleh -
oleh
Ijen Geopark: Ikon Geowisata Berkelanjutan dalam Perspektif Ilmu Administrasi 1
Dr. Ahyar Wahyudi, M.Kep., FISQua, FRSPH, FIHFAA

Oleh. Dr. H. Ahyar Wahyudi, S.Kep. Ns., M.Kep., CISHR, FISQua, FRSPH, FIHFAA (Alumni DIA UNTAG Surabaya)

Dayak News – Dalam era globalisasi yang dinamis, tantangan pembangunan berkelanjutan semakin kompleks dan mendesak. Pertumbuhan populasi, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menambah tekanan pada ekosistem dan komunitas lokal. Di tengah situasi ini, konsep geowisata muncul sebagai solusi inovatif yang menggabungkan konservasi alam dengan pengembangan ekonomi. Ijen Geopark, yang terletak di Jawa Timur, Indonesia, adalah contoh nyata dari penerapan konsep ini. Artikel “Ijen Geopark sebagai Geowisata yang Berkelanjutan” oleh Fathinah Azzahrah Firdausa dan timnya menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana geowisata dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal. Perspektif ilmu administrasi memberikan kerangka kerja yang penting untuk memahami dan mengimplementasikan strategi ini dengan lebih efektif.

Geowisata, atau wisata geologi, adalah bentuk pariwisata yang berfokus pada eksplorasi dan pemahaman terhadap fitur-fitur geologi suatu daerah. Ini mencakup geokonservasi, geoheritage, dan geodiversity, yang semuanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pendidikan publik. Dalam konteks Ijen Geopark, geowisata bukan hanya menawarkan pengalaman visual yang menakjubkan tetapi juga mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang proses geologi dan pentingnya konservasi.

Ijen Geopark terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso di Jawa Timur. Kawasan ini dikenal dengan Gunung Ijen dan Kawah Ijen yang memiliki fenomena alam unik yaitu blue fire. Kawah Ijen juga merupakan salah satu danau paling asam di dunia, menjadikannya objek studi geologi yang menarik. Sejak diresmikan sebagai geopark nasional pada 30 November 2018 dan diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada 9 September 2023, Ijen Geopark telah menjadi destinasi wisata yang menggabungkan keindahan alam dengan pendidikan geologi.

BACA JUGA :  Resiliensi dan Inklusi dalam Penyuluhan Pertanian untuk Ketahanan Pangan di Era Digital

Dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang geowisata, Ijen Geopark mengembangkan berbagai program edukasi seperti “Geopark Goes to School”, “School Goes to Geopark”, dan “Geopark Corner”. Program-program ini bertujuan untuk mendidik masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya konservasi geologi dan pelestarian lingkungan. Selain itu, Ijen Geopark juga fokus pada upaya konservasi melalui pemantauan lingkungan, pelestarian flora dan fauna, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Penulis menggunakan metode penelitian yang komprehensif untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan, termasuk observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data sekunder dari literatur yang ada dianalisis untuk mendukung argumen yang dikemukakan dalam artikel ini. Pendekatan ini memungkinkan penulis untuk menyajikan gambaran yang menyeluruh tentang potensi dan tantangan yang dihadapi oleh Ijen Geopark dalam upayanya menjadi destinasi geowisata yang berkelanjutan. Dalam perspektif ilmu administrasi, pendekatan multidisiplin seperti ini sangat penting. Administrasi publik yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan dan program. Pengumpulan data yang akurat dan analisis yang mendalam membantu dalam merumuskan strategi yang lebih tepat dan efektif.

Ijen Geopark berperan signifikan dalam mendukung berbagai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Geowisata yang dikembangkan di Ijen Geopark mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal melalui pengolahan produk alam menjadi barang bernilai jual tinggi dan peningkatan sektor pariwisata yang menciptakan lapangan kerja baru. Di sisi lain, promosi pertanian berkelanjutan di sekitar kawasan geopark mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Program-program edukasi yang diterapkan seperti “Geopark Goes to School” dan “School Goes to Geopark” memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pelestarian lingkungan sejak dini.

Dari perspektif ilmu administrasi, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi. Administrasi publik yang efektif harus mampu menggabungkan berbagai elemen seperti kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai hasil yang optimal. Hal ini mencakup penyusunan kebijakan yang mendukung, alokasi sumber daya yang efisien, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

Administrasi publik memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung pengembangan geowisata berkelanjutan di Ijen Geopark. Pemerintah harus menyusun kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan geowisata berkelanjutan, termasuk peraturan yang melindungi warisan geologi, mengatur penggunaan sumber daya alam, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan geopark. Penyediaan dana dan investasi yang memadai juga sangat penting untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan program-program edukasi di Ijen Geopark. Kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga donor dapat membantu dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan.

Program edukasi dan pelatihan tentang geowisata dan konservasi alam harus ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi non-pemerintah untuk mengembangkan kurikulum dan program pelatihan yang relevan. Strategi pemasaran dan promosi yang efektif diperlukan untuk menarik wisatawan domestik dan internasional ke Ijen Geopark. Pemerintah dapat bekerja sama dengan agen perjalanan dan media untuk mempromosikan potensi geowisata di wilayah ini. Sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan harus diterapkan untuk menilai keberhasilan program-program geowisata dan memastikan bahwa tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan tercapai.

Artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana Ijen Geopark berfungsi sebagai alat pembangunan pariwisata yang mendukung konservasi dan pemberdayaan komunitas lokal. Melalui program-program edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi, Ijen Geopark tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang unik tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs. Dari perspektif ilmu administrasi, penting untuk memahami bagaimana teknologi dan pendekatan inovatif seperti akuaponik dapat diterapkan dalam konteks geowisata untuk meningkatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Akuaponik, sebagai contoh, dapat menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi di Ijen Geopark dengan memanfaatkan sumber daya alam secara efisien dan mendukung pertanian berkelanjutan.

BACA JUGA :  Kasus Diabetes Pada Anak Meningkat 70 Kali Lipat, Kenali Penyebabnya

Refleksi akhir dari artikel ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan program-program seperti yang dilakukan di Ijen Geopark sangat bergantung pada keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas lokal, hingga para wisatawan. Dengan pendekatan yang holistik dan partisipatif, kita dapat mencapai tujuan besar dan membangun masa depan yang lebih cerah. Seperti kata bijak sufi, “Kebijaksanaan adalah pohon, di mana buahnya adalah ketenangan jiwa.” Dalam kebijaksanaan kita mengelola dan melestarikan alam, kita menemukan keseimbangan dan kemajuan. Keberhasilan Ijen Geopark menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Melalui langkah-langkah kecil namun berarti, kita dapat mencapai tujuan besar dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.