Koalisi Permanen Prabowo Gibran sampai Pilkada, Mungkinkah?

oleh -
oleh
Koalisi Permanen Prabowo Gibran sampai Pilkada, Mungkinkah? 1
Koalisi Indonesia Maju (KIM) diharapkan akan permanen untuk lima tahun ke depan. (Foto/ist)

Oleh : Christian Sidenden (Redaktur senior Dayak News)

Dayak News – Terdapat suatu harapan agar Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Capres-cawapres Prabowo Gibran tidak saja selesai setelah Pemilu Presiden.

Pemilu 2024 itu akan dipisahkan antara Pemilu-pemilu Presiden, Legislatif, dan Senator dengan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Yang pertama serentak 14 Februari 2024 dan yang kedua akan diadakan pertengahan bulan November 2024.

Hal ini tentu saja, masih menyisakan peluang terjadinya perpanjangan waktu, jika Pilpres 2024 itu tidak kelar “satu putaran” maka akan ada Pilpres putaran kedua pada bulan Juni 2024. Memang sepanjang tahun 2024 akan disebut super tahun politik nasional negeri kita. Tidak ada negara demokrasi besar di dunia ini yang pernah menyelenggarakan Pemilu nyaris sepanjang satu tahun, hanya di Indonesia saja.

Salah satu isu yang berkembang dari panjangnya pergulatan politik di negeri ini, adalah besarnya biaya Pemilu serentak itu. Meskipun niatnya awalnya, justru supaya dengan sekaligus pemilihan figur-figur pemimpin negara, daerah, dan wakil-wakil rakyat itu sekaligus supaya lebih hemat waktu, tenaga dan biaya tentunya.

Sekarang dengan adanya tiga pasang calon atau kandidat Presiden- wakil presiden berikut partai-partai politik pengusungnya, telah membuat kita berkesempatan untuk memudahkan dan mempermurah biaya, tenaga dan waktu. Itu jika saja koalisi KIM yang terdiri dari 9 (sembilan) parpol pengusung dan pendukung itu bersatu lagi dalam setiap Pilkada di semua daerah. Jika ini terjadi maka hal seperti ini akan disebut sebagai Koalisi Permanen. Ada keuntungan jika hal ini bisa terwujud.

Keuntungan yang paling nyata adalah penghematan waktu dan tenaga manusia politik yang masuk dalam koalisi itu tidak berganti-ganti dan sudah dengan sendirinya menciptakan kohesifitas atau perikatan politik yang lebih kuat dan solid.

Politik itu adalah seni untuk mengabdi pada kepentingan yang lebih besar. Meskipun politik itu bukan hitam putih, tetapi dalam ilmu politik ada wilayah yang bisa dibagi bersama dan ada wilayah privat yang bisa dikejar untuk direbut. Tetapi sejak demokrasi kita, berwatak kekeluargaan dan berjiwa gotong royong, maka politik di negeri kita itu tidak selalu berpikiran menang-kalah belaka. Justru yang harus diperjuangkan bersama itu adalah kepentingan rakyat banyak. Politik seperti itu bukan selalu berorientasi kekuasaan an sich, melainkan lebih mementingkan nasib masyarakat dan bangsa secara umum.

Koalisi Permanen merupakan suatu keniscayaan dalam demokrasi kita. Karena adanya asas kekeluargaan. Maka memang hal yang diharapkan oleh Capres Prabowo agar KIM dapat dipermanenkan hingga Pilkada jelas merupakan harapan yang bagus dan perlu didukung. Perolehan suara sah nasional dari koalisi KIM yang mengusung Capres-cawapres Prabowo Gibran ini nyaris mencapai 30 persen dari 155 juta suara masuk waktu 2019. Jika ekstrapolasi itu dipakai untuk Pemilu 2024 nanti dengan daftar pemilih tetap (DPT) 170 juta jiwa, maka koalisi KIM sangat mungkin akan merata memperoleh jatah kepala-kepala daerah di seluruh Indonesia. Dengan begitu jelas ada prediksi kestabilan politik negeri ini akan terjadi selama periode lima tahun ke depan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerahnya itu terdiri dari para pengusung dan pendukung yang serupa.

Ide untuk mempermanenkan koalisi bukan saja mempermudah, mempermurah, dan menghemat biaya dan tenaga. Dalam jangka menengah hal ini akan membawa kestabilan politik yang lebih baik bagi negeri kita untuk membangun perekonomian yang lebih baik lagi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.