Maraknya Isu Pangan dan Pentingnya Lakukan Kajian Risiko Keamanan Pangan

oleh -
oleh
Maraknya Isu Pangan dan Pentingnya Lakukan Kajian Risiko Keamanan Pangan 1
Eka Miranda Silaban

 Oleh: Eka Miranda Silaban (Mahasiswi Universitas Palangkaraya Fakultas MIPA Prodi Kimia)

 PENDAHULUAN

Dayak News – Keamanan pangan adalah upaya mencegah pangan dari bahaya yang membahayakan kesehatan manusia. Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologi, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesahatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Keamanan pangan penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Namun, kita masih dihadapkan dengan permasalahan seputar peredaran pangan yang tidak aman dikonsumsi di masyarakat walaupun secara legal formal sudah ada pengaturannya.

Kondisi ini sebagai indikasi perlunya perhatian lebih dari semua pihak terkait dalam penyelenggaraan keamanan pangan sehingga masyarakat sebagai konsumen dapat terlindungi dari pangan yang tidak aman, mengingat efek yang ditimbulkan dapat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa datang.

Industri makanan di beberapa negara mengadopsi konsep internasional Tujuan Keamanan Pangan (FSO) 2 untuk mengelola makanan risiko bahaya. Hal ini diakui bahwa Seluruh rantai makanan produksi dan distribusi memegang tanggung jawab untuk memasok dengan aman dan makanan sehat.

Upaya dilakukan untuk menyelaraskan peraturan pengendalian pangan antara negara untuk memastikan konsumen yakin kualitas dan tingkat keamanan tertentu dimanapun makanan tersebut diproduksi dalam proses globalisasi pasokan pangan.

Adapun beberapa jenis makanan dalam kemasan yang dapat merugikan dan membahayakan konsumen telah beredar luas. Makanan tradisional atau jajanan sering dikemas dan dibungkus dengan bahan yang mudah terkontaminasi, misalnya dengan kertas bekas, daun-daun kotor, dikemas dengan plastik yang mengandung zat berbahaya (PVC) Isu keamanan pangan yang menjadi perhatian utama adalah krisis keamanan pangan dimana Insiden keamanan makanan, seperti wabah keracunan makanan atau penarikan produk yang terkontaminasi, terus menjadi perhatian penting bagi produsen, pemerintah, dan konsumen.

BACA JUGA :  Bhabinkamtibmas Berikan Rasa Aman Dalam Pengamanan Vaksinasi Covid-19

PEMBAHASAN

Dampak keamanan pangan terhadap masyarakat Keamanan makanan yang buruk dapat memiliki dampak serius terhadap masyarakat yang mengakibatkan Masalah kesehatan masyarakat

 1. Keracunan makanan : Kontaminasi makanan oleh bakteri patogenik, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan keracunan makanan, yang dapat berakibat fatal atau menyebabkan sakit parah

2. Makanan yang tidak aman juga dapat menjadi sumber penyakit menular, seperti infeksi Salmonella atau E. coli, yang dapat menyebar di antara individu dan mengakibatkan wabah penyakit untuk menjaga keamanan pangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1) Pemeliharaan bahan dasar atau bahan baku makanan dan minuman. Pemilihan bahan baku merupakan upaya pertama yang dilakukan untuk mencegah makanan dan minuman dari kontaminasi. Bahan baku harus terlindungi dari zat-zat asing yang dapat masuk ke dalam makanan.

 2) Penyimpanan bahan baku makanan. Hal ini juga harus diperhatikan karena sangat berpengaruh pada kualitas bahan baku. Jika penyimpanan bahan baku makanan ini tidak diperhatikan, dapat menimbulkan kerusakan 62 Aspirasi Vol 11 No 1, Juni 2020 seperti tercemar oleh bakteri dan dapat juga menimbulkan kerusakan mekanisme seperti tekanan, benturan, gesekan, dan lainnya.

3) Pengolahan bahan baku, merupakan suatu proses pengubahan dari bahan mentah menjadi matang atau siap santap. Pada fase ini harus benar-benar diperhatikan baik cara maupun peralatan yang digunakan.

 4) Penyajian. Pada saat disajikan harus sudah teruji secara klinis sehingga layak untuk dikonsumsi. Wadah yang digunakannya pun harus terbebas dari kontaminasi zat asing.

Peran industri dalam keamanan pangan

 Peran industri dalam keamanan pangan sangat penting dalam memastikan produksi dan distribusi makanan yang aman bagi konsumen. Industri memainkan peran penting dalam menerapkan dan mempertahankan standar keamanan pangan di seluruh rantai pasokan makanan.

BACA JUGA :  Kombes Irsan Sinuhaji, Pilihan yang Tepat untuk Kapoldasu

Hal ini termasuk menerapkan praktik produksi yang baik, melakukan inspeksi dan audit rutin, serta memastikan penanganan, penyimpanan, dan pengangkutan produk makanan yang tepat .Industri ini bertanggung jawab untuk menerapkan langkahlangkah kontrol kualitas, seperti pengujian kontaminan dan patogen, untuk memastikan bahwa produk makanan memenuhi standar keamanan.

Mereka juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi pelabelan yang akurat dan transparan kepada konsumen, termasuk informasi alergen dan tanggal kedaluwarsa. Selain itu, industri ini juga berperan dalam mempromosikan kesadaran dan pendidikan keamanan pangan di antara karyawan dan konsumennya.

Hal ini termasuk menyediakan program pelatihan tentang penanganan makanan yang tepat dan praktik kebersihan, serta menyebarkan informasi tentang penarikan makanan dan peringatan keamanan Secara keseluruhan, komitmen industri terhadap keamanan pangan sangat penting dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan konsumen.

Dengan mematuhi standar dan peraturan keamanan yang ketat, industri dapat berkontribusi dalam pencegahan penyakit bawaan makanan dan memastikan penyediaan produk makanan yang aman dan berkualitas kepada masyarakat

Kajian keamanan pangan

Keamanan pangan mencakup sejumlah masalah yang beragam, termasuk risiko kontaminasi mikroba, bahan kimia, alergen, dan bahkan ancaman bioterorisme

a . Risiko kontaminasi mikroba Ini adalah salah satu masalah utama dalam keamanan pangan. Mikroorganisme seperti bakteri (misalnya, Salmonella, E. coli), virus (seperti norovirus), dan parasit (seperti Trichinella) dapat mencemari makanan dan menyebabkan keracunan makanan atau penyakit menular.

 b . Bahan kimia Bahan kimia berbahaya dapat mencemari makanan selama produksi, pengolahan, atau penyimpanan. Ini bisa termasuk residu pestisida, logam berat, zat aditif yang tidak aman, atau bahan kimia lain yang dapat berbahaya jika terdapat dalam jumlah yang berlebihan dalam makanan.

c . Risiko Alergen adalah zat yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang peka terhadapnya. Makanan yang mengandung alergen tertentu, seperti kacang-kacangan, telur, susu, dan gluten, harus diidentifikasi dengan jelas pada label dan dihindari oleh individu yang alergi.

BACA JUGA :  Sosialisasikan Saber Pungli, Mengurangi Tindak Korupsi

d . Ancaman bioterorisme melibatkan penyalahgunaan makanan sebagai senjata biologis. Ini adalah masalah serius yang memerlukan pengawasan dan langkah-langkah keamanan ekstra untuk melindungi makanan dari potensi kontaminasi dengan agen patogenik. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.