Mengangkat Kesejahteraan Petani Desa Melalui Pelatihan Bisnis Model Canva

oleh -
oleh
Mengangkat Kesejahteraan Petani Desa Melalui Pelatihan Bisnis Model Canva 1
Dr. H. Ahyar Wahyudi, S.Kep. Ns., M.Kep., CISHR, FISQua, FRSPH, FIHFAA

Oleh. Dr. H. Ahyar Wahyudi, S.Kep. Ns., M.Kep., CISHR, FISQua, FRSPH, FIHFAA (Alumni DIA UNTAG Surabaya)

Dayak News – Indonesia, dengan kekayaan alam yang melimpah, merupakan salah satu negara agraris terkemuka. Di antara berbagai komoditas pertanian, kakao menonjol sebagai produk yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Desa Pomohan Pulung di Ponorogo, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kakao dengan kualitas unggul. Namun, potensi ini belum sepenuhnya tergarap optimal oleh Kelompok Tani Lestari Makmur, produsen lokal bubuk coklat, karena berbagai kendala dalam hal strategi bisnis dan pemasaran.

Dalam mengatasi masalah tersebut, sebuah penelitian oleh Ayun Maduwinarti dan tim dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memberikan solusi melalui pelatihan bisnis berbasis Canva. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam menerapkan strategi bisnis yang efektif. Harapannya, mereka dapat mengelola usaha dengan lebih baik dan bersaing di pasar global. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan anggota kelompok tani.

Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan bisnis. Dari manajemen toko online, strategi penggunaan media sosial untuk periklanan, hingga peningkatan kehadiran digital dan manajemen reputasi online. Selain itu, pelatihan juga memberikan pengetahuan teknis terkait alat produksi seperti penggiling biji kakao dan alat pengepres bubuk, yang sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga mencakup sesi praktis yang memungkinkan anggota kelompok tani untuk langsung menerapkan strategi yang telah dipelajari. Pendekatan praktis ini memungkinkan mereka untuk memahami dan menguasai konsep-konsep bisnis yang diajarkan, sehingga dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas dan kualitas produk bubuk coklat yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Lestari Makmur. Anggota kelompok tani kini mampu memahami pasar target mereka dengan lebih baik, mengelola sumber daya manusia dengan lebih efisien, dan menerapkan strategi bisnis yang tepat guna meningkatkan daya saing produk mereka di pasar lokal dan global. Hal ini tercermin dalam peningkatan produksi yang lebih efisien dan konsistensi kualitas produk yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  Harmoni Alam yang Terganggu: Konsekuensi Kehidupan Tanpa Pergantian Musim

Secara teoritis, penerapan model bisnis Canva dalam usaha mikro seperti ini dapat dijelaskan melalui konsep “Business Model Innovation” yang diperkenalkan oleh Osterwalder dan Pigneur (2013). Mereka menjelaskan bahwa inovasi model bisnis adalah tentang menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai dengan cara baru yang berbeda dari praktik bisnis tradisional. Dalam konteks Kelompok Tani Lestari Makmur, inovasi ini diterapkan melalui pelatihan bisnis berbasis Canva, yang membantu mereka merumuskan dan menerapkan strategi bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Dalam pelatihan ini, pentingnya branding juga ditekankan. Teori “Brand Equity” menyatakan bahwa nilai sebuah merek tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh persepsi konsumen terhadap merek tersebut. Dengan pemahaman ini, anggota kelompok tani dapat merancang strategi pemasaran yang lebih efektif untuk membangun dan mempertahankan citra positif produk mereka di mata konsumen.

Selain itu, keterampilan digital seperti manajemen toko online dan penggunaan media sosial untuk pemasaran juga diajarkan. Dalam era digital saat ini, keterampilan ini sangat penting untuk meningkatkan kehadiran online dan menjangkau lebih banyak konsumen. Menurut teori “Digital Marketing”, penggunaan platform digital untuk pemasaran dapat meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas produk, sehingga membantu usaha mikro bersaing di pasar yang lebih luas.

Pendekatan holistik dalam pelatihan ini tidak hanya mengatasi masalah teknis yang dihadapi oleh kelompok tani, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di pasar global. Dengan pendekatan berbasis pengetahuan ini, kelompok tani dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan daya saing mereka di pasar.

Dampak positif dari pelatihan ini terlihat dalam peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani. Dengan peningkatan pendapatan, mereka dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik, menciptakan lapangan kerja baru, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi lokal. Keberhasilan inisiatif ini menunjukkan pentingnya investasi dalam peningkatan keterampilan dan teknologi untuk memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan pendapatan, dan mendorong pembangunan ekonomi di tingkat desa.

Pelatihan bisnis berbasis Canva ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengetahuan dan teknologi dapat menjadi model yang efektif untuk mendukung pengembangan usaha mikro dan menengah di daerah pedesaan. Dengan dukungan yang tepat, komunitas pertanian dapat berkembang menjadi produsen yang kompetitif di pasar global, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Temuan ini menekankan perlunya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa inisiatif serupa dapat diterapkan secara luas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas pedesaan di Indonesia.

BACA JUGA :  Memang Republik Gak Boleh Nuansa Kerajaan?

Seperti yang digambarkan dalam perumpamaan seorang sufi, kehidupan adalah seperti pohon kakao yang tumbuh di tanah subur. Pohon ini memerlukan perawatan dan perhatian yang tepat untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Demikian pula, Kelompok Tani Lestari Makmur memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk mengolah biji kakao menjadi bubuk coklat yang bernilai tinggi. Dengan pelatihan yang diberikan, mereka dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan produksi, dan menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar global.

Dalam pandangan Jalaluddin Rumi, “Kebijaksanaan adalah pohon, di mana buahnya adalah ketenangan jiwa.” Pelatihan ini memberikan kebijaksanaan kepada anggota kelompok tani, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kemandirian ekonomi. Dengan kebijaksanaan ini, mereka dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dan mencapai kesuksesan dalam usaha mereka.

Keberhasilan pelatihan bisnis berbasis Canva ini juga menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung usaha mikro dan menengah di daerah pedesaan. Dengan pendekatan yang tepat, komunitas pertanian dapat diberdayakan untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi lokal.

Pentingnya pelatihan dan pengembangan keterampilan ini tidak hanya terbatas pada sektor pertanian. Pendekatan yang sama dapat diterapkan dalam berbagai sektor ekonomi lainnya, termasuk industri kreatif, manufaktur, dan jasa. Dengan memberikan pelatihan yang tepat dan dukungan yang diperlukan, kita dapat memberdayakan masyarakat lokal untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini, keterampilan dan pengetahuan yang relevan sangat penting untuk bersaing di pasar global. Pelatihan bisnis berbasis Canva ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana pendekatan berbasis pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha mikro dan menengah. Dengan terus mendukung inisiatif semacam ini, kita dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

BACA JUGA :  Tahun Baru Islam: Evaluasi Diri, Hijrah Menuju Kebaikan, dan Transformasi dalam Era Disrupsi

Pelatihan bisnis berbasis Canva untuk Kelompok Tani Lestari Makmur di Desa Pomohan Pulung, Ponorogo, telah membawa perubahan signifikan terhadap keberlanjutan operasional usaha mereka. Dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang mereka peroleh, anggota kelompok tani mampu mengelola usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan produksi, dan menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar global.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, komunitas lokal dapat diberdayakan untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan. Dengan terus mendukung inisiatif semacam ini, kita dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa inisiatif serupa dapat diterapkan secara luas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi komunitas pedesaan di Indonesia.

Dalam perumpamaan seorang sufi, kehidupan adalah seperti pohon kakao yang tumbuh di tanah subur. Pohon ini memerlukan perawatan dan perhatian yang tepat untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Demikian pula, Kelompok Tani Lestari Makmur memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk mengolah biji kakao menjadi bubuk coklat yang bernilai tinggi. Dengan pelatihan yang diberikan, mereka dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan produksi, dan menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar global.

Dalam refleksi akhir, kita dapat melihat bahwa pelatihan bisnis berbasis Canva ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah yang dihadapi oleh Kelompok Tani Lestari Makmur, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Keberhasilan inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, komunitas lokal dapat diberdayakan untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan. Dengan terus mendukung inisiatif semacam ini, kita dapat berharap melihat lebih banyak komunitas lokal yang mampu mengatasi tantangan mereka dan mencapai keberhasilan yang berkelanjutan di masa depan. Seperti kata bijak sufi, “Janganlah kau pandang rendah usaha kecil, karena di situlah terletak kekuatan besar yang tersembunyi.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.