Polemik Kratom: Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Potensi Medis, Risiko Kesehatan dan Legalitas Kratom

oleh -
oleh
Polemik Kratom: Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Potensi Medis, Risiko Kesehatan dan Legalitas Kratom 1
Eka Jhonatan Krissilvio

Oleh : Eka Jhonatan Krissilvio ( Mahasiswa Universitas Palangka Raya Program Studi Kimia)

Dayak News – Kratom, tanaman dengan nama latin Mitragyna speciosa, ialah tumbuhan asal Asia Tenggara yang tengah mencuri perhatian dalam lingkup kesehatan dan masyarakat. Di Indonesia terutama Kalimantan, masyarakat telah lama menggunakannya sebagai ramuan alami. Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai informasi yang perlu Anda ketahui mengenai polemik tanaman ini mulai potensi, risik, dan legalitas terkait dengan penggunaan kratom.

Apa Itu Kratom?

Kratom merujuk pada Mitragyna speciosa adalah sejenis tanaman dari famili Rubiceae yang masih berkeluarga dengan tanaman kopi dan tersebar di negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Tanaman ini mengandung senyawa alkaloid yang aktif secara farmakologis yaitu mitraginin dan 7-hidroksimitraginin. Secara tradisional, daun kratom telah digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti nyeri kronis, kecemasan, dan depresi. Beberapa orang juga menggunakan kratom sebagai stimulan ringan. Masyarakat mengkomsumsinya dengan cara dikunyah secara langsung, di linting lalu diisap seperti rokok, dan diseduh seperti teh. Tanaman ini cukup memiliki banyak kontroversi, menurut laporan World Drug Report tahun 2013 dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), kratom ditempatkan dalam kategori New Psychoactive Substances (NPS) [1] dan di Indonesia dan FDA telah menetapkan larangan terhadap ekspor tanaman ini di Amerika Serikat [2].

Potensi Medis Kratom

  1. Penghilang Nyeri atau Analgesik: Salah satu alasan utama orang menggunakan kratom adalah untuk meredakan nyeri. Beberapa pengguna melaporkan bahwa kratom membantu mereka mengatasi masalah nyeri tanpa efek samping yang signifikan. Senyawa seperti Mitraginin dan 7-hidroksimitraginin memiliki efek opioid yang memiliki efek anti nyeri seperti kodein [3].
  1. Meningkatkan Energi dan Konsentrasi: Beberapa varietas kratom memiliki efek stimulan, yang dapat meningkatkan energi dan konsentrasi.  Senyawa seperti  mitraginin dan 7-hidroksimitraginin berinteraksi dengan reseptor di otak yang berhubungan dengan rasa sakit dan suasana hati. Mitraginin dapat meredakan rasa sakit, mengurangi peradangan, dan membantu mengatasi kecemasan dan depresi dengan cara tertentu. 7-hidroksimitraginin, meskipun ada dalam jumlah kecil, lebih kuat dan juga bisa meredakan rasa sakit. Senyawa-senyawa ini dapat membuat seseorang merasa tenang, meredakan rasa sakit, dan bahkan mendatangkan perasaan senang seperti opioid [4].
  1. Mengatasi Kecemasan dan Depresi: Menurut penelitian yang dilakukan oleh Müller dari Paracelsus Medical University, Dalam kasus tersebut, pasien menggunakan Kratom sebagai strategi harian untuk mengatasi depresi dan kecemasan. Ia mengonsumsi Kratom secara oral beberapa kali sehari, mengalami efek antidepresan yang meredakan kecemasan dan meningkatkan kemampuan sosialisasinya, serta memberikan sedikit euforia. Pasien melaporkan bahwa ini membantunya menjalankan pekerjaannya dengan baik [5].
BACA JUGA :  Film Dirty Vote yang Culas Juga

Resiko, Potensi Adiksi, dan Efek Samping Penggunaan Kratom

Risiko Kesehatan:

  1. Toksisitas Hati: Beberapa laporan telah mengaitkan penggunaan kratom dengan kerusakan hati, termasuk kasus-kasus kolestasis intrahepatik. Meskipun kasus ini jarang terjadi, tetapi risiko kerusakan hati perlu diperhatikan [6].
  1. Depresi Pernapasan: Dosis tinggi kratom dapat menyebabkan depresi pernapasan, yang dapat berpotensi berbahaya dan mengancam nyawa [7].
  1. Efek Kardiak: Sebuah penelitian menggunakan sel jantung buatan dari sel induk manusia untuk menguji dampak buruk Kratom dan senyawa sejenisnya pada jantung. DItemukan bahwa Mitraginin (dalam konsentrasi 10 mM) secara signifikan membuat detak jantung lebih lama dan menyebabkan masalah pada ritme jantung [8].
  1. Kejang dan Koma: Kratom dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, termasuk obat resep dan zat terlarang, yang dapat menyebabkan efek yang berbahaya. Salah satu kasus melaporkan seorang pria mengomsumsi teh kratom berujung dengan terbaring koma dan kejang [9].
  1. Ketergantungan dan Kecanduan: Penggunaan rutin atau jangka panjang kratom dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan. Penghentian penggunaan kratom dapat menyebabkan gejala putus obat, termasuk anoreksia, penurunan berat badan, penurunan gairah seksual, insomnia, kejang otot dan nyeri, mata dan hidung berair, demam, penurunan nafsu makan, diare, halusinasi, delusi, kebingungan mental, gangguan emosional, dan insomnia [10].
  1. Kematian: Ini adalah efek samping terburuk dari penggunaan kratom, ada beberapa kasus kematian akibat penggunaan kratom. Pada tahun 2014 seorang pria tua ditemukan meninggal akibat penyalahgunaan obat dan pada darahnya terdapat senyawa mitraginin dan 7-hidroksimitraginin [11].

Legalitas Kratom

Status hukum Kratom di Indonesia masih belum pasti. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) telah menggolongkan Kratom sebagai narkotika golongan 1, yang berarti pelarangan peredarannya dan kepemilikan Kratom. Namun, Kementerian Kesehatan RI belum memberikan persetujuan resmi terkait status Kratom. Beberapa pihak mendukung peninjauan kembali legalitas Kratom, mengingat potensi medis dan ekonominya, serta meningkatnya permintaan global.

BACA JUGA :  WASPADA PENGRUSAKAN MASYARAKAT ADAT DI INDONESIA

Dalam kesimpulan, Kratom adalah tanaman yang memiliki potensi medis dan manfaat bagi beberapa orang, tetapi juga memiliki risiko kesehatan dan potensi adiksi. Status hukumnya masih diperdebatkan, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam dampaknya pada kesehatan dan masyarakat. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.