Prabowo Membawa Gerak Reformasi ke Transformasi

oleh -
oleh
Prabowo Membawa Gerak Reformasi ke Transformasi 1
Prabowo Subianto (foto/ist)

Oleh : Christian Sidenden (Redaktur senior Dayak News)

Dayak News – Reformasi sudah berlangsung selama 25 tahun kini sejak 1998. Oleh karena itu cita-cita reformasi itu harus diteruskan pada transformasi, yaitu perubahan ke arah lompatan yang lebih jauh.

Selama ini madzab ekonomi pemerataan telah digagas melalui pemindahan IKN Nusantara ke Pulau Kalimantan. Hal strategis ini harus dituntaskan dulu, supaya ekonomi itu tidak hanya 70 persen berkutat di Pulau Jawa seperti yang sedang berlangsung. Daerah-daerah lain di luar Jawa harus juga menikmati kue pembangunan secara berimbang. Dengan pemerataan pembagian dan pembangunan luar Jawa, maka dapat dijamin pertumbuhan ekonomi seperti yang selalu diidamkan selama ini.

Transformasi itu yang menjadi tema sentral dari Capres Prabowo Subianto ketika membawakan pemaparan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (24/11). Jika kita memperhatikan apa yang disebut sang Jenderal dengan transformasi itu paling kentara adalah dari segi geopolitik dan geostrategis Indonesia.

Sebagai figur pengendali pertahanan pada kabinet saat ini, Prabowo konsern dengan industri alat utama sistem persenjataan kita. Pernah suatu kali, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR-RI, Menhan Prabowo menyebut bahwa industri roket dan peluru kendali dari LAPAN yang bekerjasama dengan TNI, masih terkendala dengan ketersediaan bahan bakar pendorong atau disebut propelan. Tidak ada industri di negeri kita, kata sang Menhan, yang bisa memproduksi propelan itu, sehingga kita masih tergantung dengan luar negeri. Padahal untuk menciptakan roket atau peluru kendali berjarak sedang hingga antar benua, propelan yang digunakan juga harus memadai untuk bahan pendorong.

Prabowo Membawa Gerak Reformasi ke Transformasi 2
Propelan bahan bakar pendorong roket dan peluru kendali.

Pada titik ini, di satu sub sektor pertahanan, dibutuhkan transformasi dalam percepatan industri pertahanan kita bisa menciptakan secara mandiri baik itu roket atau peluru kendali guna memenuhi kebutuhan alutsista divisi-divisi tempur Artileri Medan, Artileri Pertahanan Udara, dan juga roket senjata utama pada pesawat-pesawat tempur kita. Inilah salah satu pertimbangan pentingnya kita melakukan transformasi, menurut Capres Prabowo.

BACA JUGA :  MUZANI: PRABOWO SOSOK PEMIMPIN JALAN TENGAH, BISA MENYATUKAN BERBAGAI KEPENTINGAN

Kita tak mungkin terus menerus membeli dari luar negeri sedangkan industri pertahanan kita tidak diajak dan diberdayakan mencukupi keperluan satuan-satuan tempur TNI kita. Sementara karakter perang di masa kini dan tidak akan lama lagi, adalah perang rudal balistik yang berdaya hancur masif. Secara geopolitik dan geostrategis kita harus sanggup untuk melindungi Tanah Air kita dari ancaman yang datang dari segala arah. Meskipun kita mengutamakan pendekatan hubungan politik yang damai dan mengetengahkan pendekatan perundingan.

Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan selalu memperjuangkan perdamaian, harus didukung juga dengan transformasi budaya pertahanan militer yang kuat dan berdaya menggetarkan calon-calon lawan. Dalam istilah militer dan pertahanan hal ini disebut dengan efek deteren (daya gertak).

Selama pemerintahan Jokowi dua periode, hal-hal besar telah dicapai dalam peningkatan kapasitas dan inovasi atas sekian alutsista yang diproduksi sendiri oleh baik itu BUMN PT. Pindad Bandung maupun PT. PAL Surabaya. Patut dicatat dengan produksi tank ringan Harimau hasil kerjasama dengan pihak Turki. Begitu pula dengan produksi kapal-kapal perang seperti Kapal Rudal Cepat dan Frigat Siluman. Hanya saja produksi kapal selam kita yang masih perlu ditingkatkan lagi sehingga kita menjadi penguasa efektif atas lautan milik kita.

Transformasi secara khusus dalam industri pertahanan seperti yang ingin dikembangkan oleh Capres Prabowo Subianto adalah suatu langkah penting dan perlu didukung. Sehingga kita sebagai sebuah negara bangsa menjadi semakin disegani dalam kancah dunia internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.