KELOLA HUTAN, PEMPROV BENTUK KELOMPOK KERJA

oleh -20 views

Palangka Raya,8/5/19 (Dayak News). Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), dan memajukan potensi yang perlu dikembangkan, pemerintah provinsi itu mencanangkan, “Program Kalteng Berkah”.

Langkah-langkah sudah ditempuh untuk mewujudkan program tersebut, namun masih ditemukan berbagai macam tantangan.
“Globalisasi menghadirkan tantangan persaingan dan pengendalian perdagangan komoditas, disamping persaingan sumber daya manusia (SDM). Sementara itu perubahan iklim membuat kita lebih berhati-hati dalam melaksanakan pembangunan, dimana sambil melakukan mitigasi kita juga perlu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi,” ujar Yuel Tanggara, staf ahli Gubernur, saat membuka lokakarya penyusunan rencana kerja kelompok kerja inisiasi penetapan kawasan ekosistem esensial koridor perlindungan satwa liar dan keanekaragaman hayati Katingan Kahayan, Rabu (8/5/19).

Dikatakan, Kalteng pada bulan Desember tahun 2018 dinobatkan sebagai Ibukota Paru-Paru Dunia oleh Komite Perdamaian Dunia. Gelar ini merupakan pembuktian Kalteng memiliki hutan dan sumber daya alam, namun di sisi lain hal ini menjadi tanggung jawab besar dalam mengelola hutan.
“Tantangan besar ini tentu memerlukan sumbangan pemikiran dan kompetensi dari berbagai pihak yang berkepentingan. Sehingga tepat bila Gubernur menerbitkan keputusan untuk membentuk kelompok kerja penetapan kawasan ekosistem esensial Katingan Kahayan, mengingat kawasan ini masih memiliki tutupan hutan yang menghubungkan hutan di bagian hilir dengan hutan di bagian hulu,” jelas Yuel.
Keputusan ini dibuat berdasarkan pertimbangan bahwa di Kalteng terdapat banyak kawasan ekosistem penting yang memerlukan pengelolaan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Selain itu juga diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana perlu dibentuk Kelompok kerja inisiasi penetapan kawasan ekosistem esensial di luar Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
Karenanya, kegiatan ini menjadi penting bagi tindaklanjut penerbitan Surat Keputusan Kelompok Kerja Penetapan Kawasan Ekosistem Esensial Katingan Kahayan, dalam menyusun rencana kegiatan perlindungan, menetapkan ukuran keberhasilan; menyepakati mekanisme pemantauan dan evaluasi kegiatan perlindungan kawasan ekosistem esensial lebih lanjut perlunya mensinergikan dan memadukan perencanaan yang menjadi instrumen perencanaan pembangunan dan kegiatan ekonomi terkait aspek lingkungan hidup. (Dayak News/nic/BBU).

BACA JUGA :  REMAJA PENCONGKEL WARUNG DIAMANKAN POLISI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *