RAWING AKUI PERKEBUNAN MAJU DALAM KEPEMIMPINAN SUHIB

oleh -29 views

Palangka Raya, 21/5/19 (Dayak News). Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Tengah (Kalteng) Ir.Rawing Rambang mengakui, selama tiga tahun kepemimpinan Gubernur Provinsi Kalteng , H.Sugianto Sabran bersama Habib Ismail Bin Yahya (Sohib) keberadaan perkebunan berhasil meningkatkan.

Kemajuan bisa dilihat dari keberadaan pabrik pengolah hasil perkebunan kelapa sawit dari 99 unit pada tahun 2016 menjadi 106 unit di tahun 2018.
Bertambah jumlah pabrik pengolah sawit bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi Kalteng, tapi juga memudahkan masyarakat pekebun sawit menjual hasilnya.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang saat Fokus GrupDiskusi (FGF) dengan sejumlah wartawan di Palangka Raya, Selasa, 21/5/19).
Ir.Rawing Rambang, mengatakan, sejak tahun 2017, melalui rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Provinsi Kalteng pun telah dijadikan pilot project kebijakan satu peta (KSP) di bidang perkebunan.
Dikatakan, keberadaan pilot project KSP itupun membuat Kalteng diakui telah memiliki data yang cukup untuk membuat peta kesesuaian lahan komoditi kelapa sawit, karet, kopi dan kakao. Bahkan, peta terkait perizinan lahan, batas wilayah antar perusahaan dan lain-lain.
Selama kepemimpinan Sugianto-Habib, kebun karet milik masyarakat juga turut diperhatikan. Hal itu bisa dilihat dari penyaluran bantuan bibit unggul yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga tahun 2018.
“Tahun 2016 bapak Sugianto melalui APBD menyediakan dan menyalurkan bibit karet unggul sebanyak 585.000 batang. Tahun 2017 sebanyak 292.500 batang dari APBD dan 1.023.000 batang dari APBN. Tahun 2018 sebanyak 40.000 batang,” ucap Ir.Rawing Rambang.
Pemerintahan Suhib memberikan perhatian serius dalam mengembangkan komoditas tanaman Kopi maupun Kakao atau coklat. Di mana Pemprov dan pemerintah kabupaten se-Kalteng sharing anggaran dalam menyediakan bantuan bibit bagi masyarakat yang ingin mengembangkannya.
Pengembangan tanaman Kopi dan Kakao itupun telah dimulai sejak tahun 2017, berlanjut di tahun 2018 dan tahun 2019. Tanaman Kakao yang telah ditanami hingga tahun 2018 telah mencapai 283 hektar, dan tahun 2019 ditargetkan bertambah seluas 507 hektar.
“Kalau untuk tanaman Kopi, dari tahun 2017 hingga tahun 2018 mencapai 414 hektar, dan tahun 2019 ditargetkan bertambah 310 hektar. Jadi, totalnya di tahun 2019 nantinya ada 724 hektar pohon kopi ditanam di Kalteng,” katanya.
Sementara untuk rencana pengembangan komoditas perkebunan provinsi Kalteng di tahun 2020 dan 2021 seluas 7.100 hektar ditanami kopi, kakao, karet, dan kelapa. Di mana tanaman kopi di tahun 2020 ditargetkan bertambah 600 hektar, dan tahun 2018 ada 800 hektar.
Kemudian pohon karet tertanam di Kalteng pada tahun 2020 bertambah 800 hektar, dan tahun 2021 bertambah 1.000 hektar. Pohon kelapa di tahun 2020 tertanam bertambah 800 hektar, dan tahun 2021 bertambah 1.000 hektar.
“Pohon Kelapa tertanam di Kalteng pada tahun 2020 ditargetkan bertambah 900 hektar, dan tahun 2021 bertambah 1.200 hektar,” tandas Ir.Rawing Rambang.
Dia menegaskan pengembangan perkebunan berbagai komoditas tersebut juga nantinya akan diikuti dengan pembangunan industri pengolahan kopi rakyat sebanyak 6 paket, pemberian bantuan alat pasca panen karet dan kakao.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun telah mempersiapkan dan merencanakan di tahun 2020 dan tahun 2021 penyaluran bantuan alat pasca panen komoditas kelapa sawit. Bantuan alat itu mulai dari produksi VCO, CCO, hingga gula kelapa.
“Itu sejumlah kemajuan perkebunan di Kalteng selama kepemimpinan bapak Gubernur Sugianto Sabran. Jadi, kemajuannya sudah cukup banyak,” ungkap Ir.Rawing Rambang.(Dayak News/Adv/Den/BBU).

BACA JUGA :  IVO SUGIANTO TANDATANGANI PRASASTI PERKEMAHAN WIRAKARYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *