TAIWAN TUDING WHO PEMBOHONGAN PUBLIK

oleh -33 views

Palangka Raya, 17/3/2020 (Dayak News). Pemerintah Taiwan “menuduh” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berulang kali melakukan pembohongan publik, termasuk dalam usaha pencegahan virus corona di negata tersebut, demikian siaran pers Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang diterima Selasa (17/3/2020).

Saat ini, Taiwan yang dapat berfungsi sebagai model global untuk pencegahan epidemi tidak dapat bergabung dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau berpartisipasi penuh dalam mekanisme pencegahan epidemi terkait karena halangan politik internasional yang mematuhi “Prinsip satu Cina”.

Disebutkan, hal ini sungguh disesalkan, WHO tidak mengetahui fakta dan berulang kali berbohong kepada dunia luar dengan mengatakan bahwa “Taiwan dapat sepenuhnya berpartisipasi dalam pertemuan dan kegiatan yang relevan.”

“Kebohongan secara terbuka ini bukan hanya tidak membantu pencegahan epidemi global dan merusak citra profesional objektif WHO, tetapi secara langsung juga membahayakan kesehatan dan kesejahteraan semua umat manusia,” tulisnya.

Epidemi coronavirus (COVID-19) terus menyebar di seluruh dunia, dengan lebih dari 180.000 kasus yang sudah terkonfirmasi di seluruh dunia dan lebih dari 7.000 yang meninggal (data tanggal 16 Maret). Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi ada 134 kasus yang positif terinfeksi Covid-19.

Setelah terjadinya epidemi COVID-19, Taiwan secara berkala terus melaporkan dan secara aktif menyerukan WHO agar bisa berpartisipasi dalam semua konferensi dan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan epidemi, tetapi WHO selalu mempersulit.

Contoh spesifik diantaranya, Taiwan belum diundang untuk berpartisipasi dalam tiga pertemuan Komite Darurat Pneumonia Korona Baru yang diadakan oleh WHO pada bulan Januari tahun ini, dan sejauh ini belum diundang untuk berpartisipasi dalam “jaringan Lab” (Lab network).

WHO mengadakan “Forum Penelitian dan Inovasi Global” (Global Research and Innovation Forum) pada 11 dan 12 Februari. Sekretariat WHO hanya mengizinkan para ahli Taiwan berpartisipasi secara online sebagai “status individu”. Oleh sebab tidak adanya komunikasi dengan para ahli dari berbagai negara, sehingga Taiwan tidak bisa berbagi pengalaman anti-epidemi dilini pertama.

BACA JUGA :  JELANG IMLEK KEBUTUHAN POKOK DI PALANGKA RAYA NAIK

Selain itu, Taiwan rutin melaporkan kasus yang sudah terkonfirmasi melalui Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) ke contact window yang ditunjuk Sekretariat WHO. Namun, contact window ini bukan ditangani oleh ahli medis kesehatan, mereka hanya bertanggung jawab mengirimkan informasi ke unit teknis WHO.

Contact window WHO tidak pernah menanggapi Taiwan, dan sama sekali tidak memberikan informasi terkait pencegahan epidemi ke Taiwan. Namun, WHO berulang kali menyatakan bahwa mereka telah sepenuhnya memasukkan Taiwan dalam konferensi dan mekanisme yang relevan.

“Pernyataan ini ibarat “apa yang disampaikan berbeda dengan yang dilakukan”, WHO begitu mudahnya bermuka dua terhadap komunitas internasional, dan secara terang terangan melakukan pembohongan publik, ini merupakan perilaku yang tidak jujur dan tidak bermoral,” demikian siaran pers TETO.(sky/kbi/bbu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *