BNN Provinsi Kalimantan Tengah dalam Kurun Setahun Berhasil Ungkap 14 Kasus Narkoba, 11.1 Kilogram Sabu Berhasil Disita

oleh -
oleh
BNN Provinsi Kalimantan Tengah dalam Kurun Setahun Berhasil Ungkap 14 Kasus Narkoba, 11.1 Kilogram Sabu Berhasil Disita 1

Palangka Raya (Dayak News) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah menggelar konferensi pers memaparkan pencapaian kinerja BNNP tahun 2023 bertempat di Kantor BNNP Kalteng Jalan Tangkasiang, Kelurahan Palangka, Rabu (27/12/2023).

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Joko Setiono dalam Pemaparannya menekankan komitmen lembaganya dalam menanggulangi peredaran narkotika di wilayah Kalteng, melalui langkah strategis yang telah diimplementasikan selama tahun 2023.

Langkah yang pihaknya laksanakan mulai dari operasi berskala besar hingga upaya preventif di tingkat lokal dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Salah satu pencapaian signifikan yang diumumkan dalam press release tersebut adalah jumlah pengungkapan tindak pidana Narkoba di Provinsi Kalimantan Tengah ini yakni sebanyak 14 Kasus penyalahgunaan Narkoba.

“Sepanjang tahun 2023, BNNP Kalteng bersama jajaran berhasil mengungkap dan menangani 14 kasus narkoba dengan total 26 berkas dan 26 tersangka. Hal ini menjadi komitmen kami dalam melawan peredaran zat adiktif tersebut,” Ungkap Brigjen Joko Setiono.

Lanjut Perwira tinggi Polri dengan 1 Bintang di Pundaknya tersebut, Dari 14 kasus yang diungkap, ada 6 kasus diantaranya merupakan jaringan nasional dan internasional yang sempat menghebohkan masyarakat dalam beberapa bulan yang lalu.

Selanjutnya, Berdasarkan hasil pengungkapan, BNNP Kalteng bersama jajarannya, dimana pihaknya berhasil mengamankan barang bukti narkotika sebanyak 11.178,43 gram (11.1 KG) Bubuk Kristal Sabu dan 519,42 gram ganja.

“Ada pula barang bukti lainnya yang berhasil diamankan, yakni 31 buah handphone, 2 unit kendaraan roda dua dan 3 unit kendaraan roda empat,” ucap Joko.

Selain itu, BNN Provinsi Kalteng terus berupaya menekan kasus penyalahgunaan narkoba dengan menjalankan program edukasi di sekolah-sekolah untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya narkotika dan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang pentingnya hidup bebas dari narkoba.

BACA JUGA :  MANAJEMEN BARU STIP BUNGA BANGSA MELAKUKAN TATAP MUKA DENGAN MAHASISWA BARU

“Karena tidak dapat dipungkiri, penyalahgunaan narkoba yang tidak mengenal usia. Seperti halnya yang marak terjadi saat ini, akibat pergaulan yang salah, anak-anak sekolah sudah ada yang terjerumus ke hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba, ngelem, dan lainnya,” ungkap Brigjen Pol Joko Setiono.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi BNN Kalteng untuk memberikan apresiasi kepada para petugas dan pihak terkait yang terlibat dalam berbagai operasi dan kegiatan penanggulangan narkotika di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Joko Setiono juga menyebutkan, daerah rawan di provinsi Kalteng yang menjadi zona merah penyebaran narkoba diantaranya, Kota Sampit, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas. Selain itu, Gunung mas mulai mengalami peningkatan pada tahun ini.

“Zona merah di nilai dari indikator dari hasil pengungkapan untuk menilai apakah sudah memasuki zona merah atau tidaknya,” sebutnya.

Dalam upaya menekan penyebaran kasus narkoba, kolaborasi dan sinergitas antara instansi-instansi terkait sangat diperlukan, salah satunya dengan membentuk satgas interdiksi bersama pemerintah daerah yang sudah memasuki zona merah.

“Kami turut membentuk satgas interdiksi bersama pemerintah Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur guna menekan angka penyelundupan narkotika yang masuk melalui jalur sungai, laut dan udara,” ujar Kepala BNNP.

Berdasarkan pelaksanaan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pada pasal 54, bahwa pecandu narkoba dan penyalahgunaan narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Dalam setahun BNNP Kalteng bersama jajaran berhasil merehabilitasi sebanyak 166 klien, terdiri dari 131 orang rawat jalan dan 35 orang rawat inap atau dirujuk. Para klien akan dirawat inap selama 6 bulan, selanjutnya pengawasan, dan kemudian 5 bulan untuk rehabilitasi rawat jalan,” tutur Joko.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS!! API BERKOBAR HEBAT DI FLAMBOYANT BAWAH BELAKANG ALINE FOTO

Sementara itu, Brigjen Pol Joko Setiono menuturkan, bahwa kegiatan ini menjadi langkah transparan BNN Provinsi Kalimantan Tengah dalam mempublikasikan pencapaian dan upayanya dalam menangani peredaran narkotika di wilayahnya.

“Harapannya, upaya ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya bersama-sama melibatkan diri dalam memerangi narkoba di Kalteng guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.