Diduga Alami Depresi, Pria Kelahiran Purbalingga Ditemukan Tewas Gantung Diri

oleh -
oleh
Diduga Alami Depresi, Pria Kelahiran Purbalingga Ditemukan Tewas Gantung Diri 3

Palangka Raya (Dayak News) – Diduga alami Depresi, Seorang Pria berinisial AR (44) Warga jalan Bengaris 8 Kelurahan Tanjung Pinang kecamatan Pahandut nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Sabtu (02/12/2023) pagi sekitar Pukul 09.30 WIB.

Korban yang saat ini mengalami gangguan kejiwaan atau Depresi berat, pertama kali ditemukan ibu kandungnya, UM (74) saat pulang kerumah sekitar pukul 09.00 WIB setelah pulang berjualan sayur Keliling.

“Saat saya dijalan, perasaan saya gak enak mas, namanya perasaan seorang ibu, terus saya segera pulang untuk melihat kondisi dan keadaan rumah, dan sempat mencari keberadaan korban.” Ungkap UM, dirumah duka.

Korban yang menderita gangguan terhadap kejiwaannya sejak tahun 2006 silam dan sering berhalusinasi tersebut ditemukan tergantung dengan sarung dibagian dapur setelah sebelumnya korban tidak ditemukan dikamar.

Diduga Alami Depresi, Pria Kelahiran Purbalingga Ditemukan Tewas Gantung Diri 4

“Saya tadi mencari-cari dia (korban) kemana-mana, pintu rumah dikunci dari dalam, terus saya bongkar triplek dinding dan saya cari dikamar ga ada, saya ke arah dapur dan lihat anak ketiga saya sudah gantung diri.” Ucapnya dengan meneteskan airmata.

Mendapati korban dengan kondisi seperti itu, ibu korban kemudian berteriak minta tolong dengan tetangga sekitar lokasi kejadian, dan bersama keluarga beserta warga menurunkan jasad korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, Kepolisian dari Polsek Pahandut yang dipimpin langsung Kapolseknya, AKP Volvy Apriana beserta piket SPKT dan piket Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Palangka Raya dan Babinsa Kelurahan Tanjung Pinang dibantu Tim Relawan Emergency Response Palangka Raya dan LazisMU Kalteng langsung menuju Lokasi Kejadian.

“Setibanya kita dilokasi kejadian, kita temukan korban sudah ditaruh diruang tengah. Sebelumnya korban sudah diturunkan oleh pihak keluarga dan warga sekitar lokasi kejadian.” Jelas AKP Volvy Apriana kepada sejumlah awak media yang berada dilokasi.

BACA JUGA :  KEPENGURUSAN LIMA DMI DAN KUI DILANTIK

Diuraikan Kapolsek, korban mengakhiri hidupnya diduga karena adanya penyakit yang diderita, dan dari keterangan keluarga, korban sering berhalusinasi dan mengalami depresi hingga harus menjalani rawat jalan dirumah sesuai petunjuk dari Rumah sakit jiwa Kalawa Atei.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan penyelidikan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan Visum et repertum, namun karena prosedur kepolisian jasad korban tetap dilakukan pemeriksaan luar oleh unit Inafis.

“Kita lakukan sesuai Prosedur Kepolisian, mendatangi lokasi Kejadian, mengumpulkan bahan keterangan dan barang bukti serta melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Untuk korban tidak dilakukan evakuasi kekamar mayat karena pihak keluarga menolak dan mengikhlaskan kepergian korban dan nanti setelah proses pemakaman korban akan kita panggil ke polsek pahandut untuk membuat surat pernyataan.” Pungkas Kapolsek.

Sementara, jasad korban akan dimakamkan pihak keluarga pada sabtu (02/12/2023) Pukul 15.00 WIB di Pemakaman warga jalan Bengaris Palangka Raya. (Ajn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.