DIDUGA BASAH KUYUP, HINGGA AKHIRNYA PETIR SAMBAR TUBUH SUTANTO

oleh -42 views
DIDUGA BASAH KUYUP, HINGGA AKHIRNYA PETIR SAMBAR TUBUH SUTANTO 1
Sutanto (56) korban tersambar petir di ruang jenazah RSU Doris Sylvanus.

Palangka Raya (Dayak News) – Tewasnya Sutanto (56) warga jalan Setiyaki Desa Rawung Kelurahan Habaring Hurung Kecamatan Bukit Batu saat dilakukan Visum et Repertum memang murni diakibatkan oleh tersambar petir atau kilat.

Hal tersebut diungkapkan Dokter Spesialis Forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF yang ditemui awak media usai melakukan visum luar melihat kondisi korban saat berada diruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

Menurut Ricka, dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya bersama tim ditemukan luka sambaran mulai dari dada sebelah kiri korban hingga ke bagian bokong sebelah kanan serta adanya luka bakar akibat sambaran petir diarea bokong hingga paha sekitar 15 cm.

“Kemungkinan saat korban sedang berteduh dan membayar mie ayam sesuai cerita dari sang istri ditambah baju korban yang basah akibat terkena hujan ada kemungkinan jadi penyebab utamanya akhirnya korban tersambar petir,” jelas Ricka, yang merupakan Dokter Pertama Bidang Forensik di RSUD dr. Doris Sylvanus.

Sementara itu, Anak Korban, Oki Arif (25) yang ditemui mengaku kaget atas kepergian ayahnya akibat tersambar petir, dan atas pertimbangan keluarga jasad akan dibawa ke rumah di Habarimg Hurung.

“Malam ini kami bawa jasad bapak ke Desa Rawung, kelurahan Habaring Hurung disemayamkan disana rencana besok dimakamkan” terang Oki.

Diberitakan sebelumnya, seorang lelaki bernama Sutanto (56) tewas tersambar petir disebuah kedai mie ayam pada Senin (28/06) sore saat hendak membayar pesanan mie ayamnya yang akan dibawa pulang ke Kecamatan Bukit Batu. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.