Dituding Putusannya tidak memiliki Marwah Utus Dayak, Damang Jekan Raya, Kardinal Tarung Angkat Bicara: Putusan Sudah Sesuai SOP

oleh -
oleh
Dituding Putusannya tidak memiliki Marwah Utus Dayak, Damang Jekan Raya, Kardinal Tarung Angkat Bicara: Putusan Sudah Sesuai SOP 1
Damang Jekan Raya, Kardinal Tarung.

Palangka Raya (Dayak News) – Damang Jekan Raya, Kardinal Tarung merasa keberatan atas tudingan beberapa Oknum yang menyebutkan jika putusan yang dikeluarkannya terhadap suatu perkara tidak memiliki marwah utus Dayak.

Rasa keberatan tersebut dilontarkan Kardinal Tarung setelah adanya pemberitaan media online yang menyikapi putusan nomor 059/DKA-KJR/IV/2024 tentang Singer Kabalangan Jaon Janji atau denda adat batal janji atau ingkar.

“Tentunya pemberitaan yang dibuat oleh IG di media online adalah opini yang menyesatkan dan berindikasi pada fitnah yang dapat diancam Pasal 34 Hukum Adat. Kami disini jungkir balik membangun kepercayaan masyarakat terhadap hukum adat, namun ada oknum yang mencederai dengan opini yang mencemarkan nama baik,” ucap Kardinal Tarung belum lama ini di kantor Damang Jekan Raya.

Atas pemberitaan yang menyesatkan tersebut, Kardinal pun menegaskan telah memberikan tenggat waktu selama 14 hari kepada IG untuk datang dan meminta maaf.

“Kalau tidak datang, kita akan proses pencemaran nama baik ini melalui hukum adat dan hukum positif. Tentunya saya dan damang lain merasa dirugikan atas pernyataan di pemberitaan tersebut,” tegasnya didampingi Damang Kecamatan Sabangau Wawan Embang dan Mantir Adat Jekan Raya, Rudy Irawan.

Ia menerangkan, putusan nomor 059/DKA-KJR/IV/2024 yang dikeluarkan Damang Jekan Raya sudah sah melalui prosedur yang ditentukan.

Dimana pihaknya terlebih dulu melakukan mediasi dengan memanggil kedua belah pihak usai mendapatkan laporan. Mediasi dilakukan sesuai dengan fungsi damang sebagai penengah dan pendamai bagi kedua belah pihak yang bermasalah.

Namun karena mediasi tidak terlaksana dengan baik, perkara dilanjutkan dengan sidang adat dan telah diikuti oleh kedua belah pihak. L”Tentunya putusan yang kita keluarkan setelah mempelajari dan mendalami perkara, termasuk memeriksa bukti-bukti seperti dokumen yang ada,” tuturnya.

BACA JUGA :  RP 15 M ALOKASI DANA PEMPROV KALTENG UNTUK UMKM

Kardinal pun menceritakan jika kasus ini bermula ketika Kedamangan Jekan Raya menerima laporan dari DA, seorang pengembang perumahan yang mengikat kontrak jual beli rumah hunian dengan YE dan YI selaku pembeli.

Seiring berjalannya waktu, ternyata YE dan YI belum melaksanakan kewajiban membayar angsuran rumah yang mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Dalam hal ini DA kemudian meminta bantuan dengan melapor dan menyerahkan sepenuhnya persoalan yang sedang dihadapinya ke Kerapatan Mantir Adat Jekan Raya,” tutupnya. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.