Dodol Berbahan Buah Paken Inovasi LPPM UPR

oleh -
Dodol Berbahan Buah Paken Inovasi LPPM UPR 3
Tim Dosen Universitas Palangka Raya dan Ibu-Ibu Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Menteng Berkolaborasi dalam Pembuatan Dodol Paken Khas Kalimantan

Palangka Raya (Dayak News) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) telah melaksanakan pelatihan Pembuatan Dodol Paken (Durio zibethinus sp.) khas Kalimantan kepada ibu-ibu Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya pada 28 Oktober 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Kota Palangka Raya, menambah referensi oleh-oleh khas Kalimantan Tengah, memaksimalkan hasil buah khas Kalimantan yaitu Paken dan meningkatkan nilai jual dari buah paken ketika sedang musimnya. Kegiatan ini dihadiri selain oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Menteng, juga dihadiri pula oleh para dosen UPR lintas Fakultas dan Mahasiswa, dan dibuka oleh Ketua Ibu PKK Kelurahan Menteng yaitu Ibu Tersiani, S.Pd.
“Diharapkan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Universitas Palangka Raya dapat menjadi masukan dan ilmu baru sehingga dapat diterapkan oleh Ibu-Ibu, dan menjadikan kelompok Ibu-Ibu PKK Kelurahan Menteng ini menjadi terus maju dan berkembang” ungkap Ibu Tersiani, S.Pd pada bagian pembukaan acara.
Semakin maraknya perkembangan pengetahuan dan keterampilan pengolahan produk makanan, semakin ketat pula persaingan dibidang pengolahan produk makanan khususnya oleh-oleh khas setiap daerah. Oleh karena itu setiap daerah dan masyarakat dituntut untuk terus melakukan inovasi, hal tersebutlah yang menjadi latar belakang pelatihan pembuatan dodol Paken Khas Kalimantan Tengah. Papaken (Durio zibethinus sp.) merupakan jenis buah spesifik yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah dan merupakan jenis tanaman yang mendapat prioritas untuk dikembangkan dalam program.

Dodol Berbahan Buah Paken Inovasi LPPM UPR 4

Pengembangan Jenis Pohon Serbaguna (JPSG) papaken merupakan tanaman yang tumbuh hampir di semua daerah Kalimantan.
Saat ini belum ada upaya dari masyarakat untuk mengolah buah Papaken tersebut sebagai panganan (Dodol Paken) sehingga dengan diolahnya buah papaken menjadi dodol diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya. Berawal dengan dilakukan pendampingan kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas olahan Dodol Paken kemudian selanjutnya, akan dilakukan pengembangan strategi pemasaran Dodol Paken tersebut, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ibu PKK Kelurahan Menteng Palangka Raya.

BACA JUGA :  BURUH BANGUNAN TEWAS TERKAPAR DITENGAH JALAN USAI ALAMI KECELAKAAN LALU LINTAS

Hasil dari pelatihan ini berupa produk dodol yang telah diberi nama “Dodol Pahari” yang artinya Dodol Saudara dan dengan slogan khas Kalimantan yaitu “Je Manis Te Baya Dodol Pahari” yang diambil dari bahasa Kalimantan dengan artinya yang manis itu hanya dodol pahari. Kegiatan ini disambut baik dan penuh semangat oleh Kelompok Ibu-Ibu PKK Kelurahan Menteng. Pada kegiatan ini ibu-ibu PKK diberikan pelatihan cara pembuatan, pengemasan hingga strategi pemasaran Dodol Khas Kalimantan.

Kemudian, dengan berakhirnya pelatihan tersebut diharapkan ke depannya masyarakat Palangka Raya khususnya Ibu-ibu PKK Kelurahan Menteng dapat mengembangkan potensi alam Kalimantan Tengah, dan memaksimalkan ilmu yang didapatkan sehingga berdampak pada meningkatnya ekonomi masyarakat Kalimantan Tengah.
“Rasa dodol paharinya sudah enak, teksturnya lembut, dan pengemasan juga cantik,” Ungkap bu Indaryani sebagai salah satu perwakilan Ibu PKK Kelurahan Menteng.

Dalam kesempatan ini Pelaksana Pelatihan dosen-dosen Indah Gumilang Dwinanda, M.Si, Kadek Ayu C. Adelia, M.Si., Ety Kurniati, S.Pd, M.Sc dan Kharisma Nugraha Putra, S.E., M.SA. mengucapkan terimakasih kepada Rektor Universitas Palangka Raya dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya, yang telah memberikan kesempatan dan dukungan untuk melaksanakan program ini berupa pemberian Dana DIPA tahun 2023. Besar harapannya kegiatan ini dapat terus dilanjutkan, hingga ke proses pemasaran di lapangan. (CPS/ist)

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.