KAKEK 85 TAHUN DITEMUKAN TEWAS MENGAPUNG DIDALAM RUMAH KOSONG

oleh -
KAKEK 85 TAHUN DITEMUKAN TEWAS MENGAPUNG DIDALAM RUMAH KOSONG 1

Palangka Raya (Dayak News) – Warga yang bermukim digang Rahmat Jalan dr. Murdjani Kelurahan Pahandut, Sabtu (20/11) Sore sekitar Pukul 14.30 WIB geger setelah mendengar informasinya adanya seorang pria yang dalam kondisi meninggal dunia mengapung ditengah banjir yang melanda Wilayah Pinggiran Kota Palangka Raya.

Informasi yang dihimpun Dayak News Online dilokasi kejadian menyebutkan yang meninggal tersebut bernama Masdi (85) warga Gang Rahmat yang tinggal dirumah kosong tidak berpenghuni dan merupakan orang dalam gangguan kejiwaan (ODGJ).

Kapolsek Pahandut, AKP Susilowati didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Yonika menuturkan bahwa sekitar Pukul 14.15 WIB mereka mendapatkan informasi dari warga melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Pahandut bahwa adanya seorang pria yang tewas mengapung didalam rumah kosong digang rahmat yang dulu warga sekitar menyebut gang tersebut sebagai gang Madura.

“Kita langsung respon laporannya, bersama Tim Emergency Response Palangka Raya kita evakuasi korban dan langsung lakukan olah TKP,” tutur Susilowati.

KAKEK 85 TAHUN DITEMUKAN TEWAS MENGAPUNG DIDALAM RUMAH KOSONG 2

Dilanjutkan Susilowati, Penemuan mayat mengapung dalam rumah kosong ini sendiri setelah keluarga korban ingin melihat keadaan korban, karena korban baru saja keluar dari perawatan di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei namun selama berada diluar rumah sakit, korban tidak mau berada dirumah dan memilih rumah kosong sebagai tempat beristirahat tanpa ada keluarganya.

“Jadi korban ini sesuai pengakuan keluarga mengalami gangguan kejiwaan dan baru saja keluar dari RSJ Kalawa Atei di Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah, dan korban tidak mau tinggal dirumah, kemungkinan korban karena faktor usia jadi pikun dan ditambah adanya riwayat gangguan kejiwaan jadinya saat banjir melanda tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya tewas tenggelam dilokasi kejadian.” Pungkas Susilowati.

Sementara itu, Proses olah TKP dan evakuasi sempat mengalami kendala akibat lokasi berada didataran rendah dan masih tenggelam akibat banjir yang melanda daerah pinggir Aliran sungai Kahayan dengan tinggi air mencapai dada orang dewasa.

“Kita sempat alami kendala menuju lokasi, karena lokasinya masih terendam banjir setinggi dada orang dewasa, jadi agak menghambat proses evakuasi, tetapi alhamdulilah setelah teman-teman kepolisian melaksanakan olah TKP kita tarik korban menggunakan kantong jenazah untuk membaw jasad korban kedaratan dan evakuasi ke ruang kamboja,” ungkap Arbani Kordinator Penyelamatan Jiwa Manusia mewakili Ketua ERP, Jean Steve.

Jasad korban yang sudah mengalami pembusukan dan mengeluarkan aroma tidak tersebut langsung dibawa tim ERP menuju keruang Kamboja RSUD dr. Doris sylvanus Palangka Raya untuk menjalani proses visum et repertum. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.