KEPOLISIAN DALAMI KASUS KEBAKARAN JALAN BANTENG UJUNG

oleh -
KEPOLISIAN DALAMI KASUS KEBAKARAN JALAN BANTENG UJUNG 1

Palangka Raya (Dayak News) – Kebakaran yang terjadi di Jalan Banteng Ujung, Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya pada Minggu (21/11) malam menjadi atensi jajaran Satreskrim Polresta Palangka Raya.

Pasalnya, Kebakaran yang menghanguskan Satu unit Rumah Tinggal dan satu unit kendaraan roda empat jenis Pickup diketahui membawa ribuan liter bahan bakar minyak jenis solar, premium, dan pertamax.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa yang dihubungi awak media, Selasa (22/11) mengungkapkan bahwa hingga saat ini Satuan Reserse Kriminal Polresta Palangka Raya masih terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui asal mula kejadian kebakaran.

“Anggota kita sampai saat ini masih terus mendalami kasusnya, semua keterangan dari saksi-saksi telah di BAP, dan kita terus mendalami terkait adanya dugaan penimbunan bbm secara ilegalnya,” tegas Sandi.

Dilanjutkan Sandi, dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh penghuni rumah, dan dari keterangan saksi dilapangan bahwa kebakaran kemungkinan besar terjadi akibat panasnya mesin mobil yang mengangkut bbm tersebut dan langsung menyambar ke bagian belakang mobil hingga merembet kerumah mantan Aparatur Sipil Negara yang disewakan kepada penghuni yang beraktivitas mengepul BBM tersebut.

Sementara itu, dari keterangan beberapa warga yang berhasil dihimpun Dayak News Online dilokasi Kejadian, bahwa sudah hendak satu Tahun rumah yang terbakar tersebut terlihat sepi, namun saat malam hari selalu ramai datang mobil pickup bertudung terpal ataupun truck tangki.

“Kalo dulu kami tanya katanya tempat nampung bbm sebelum dijual keperusahaan mas, tapi mereka ga pernah melapor ke RT atau RW, jadi kita tidak tau siapa pemiliknya, kami taunya rumah itu milik pensiunan pns mas.” Ucap Ebith warga sekitar lokasi. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.