LAGI, 2 CAFE TEMPAT NONGKRONG ANAK MUDA LANGGAR PERWALI, YANG NONGKRONG LANGSUNG DIRAPID TEST ANTIGEN

oleh -
LAGI, 2 CAFE TEMPAT NONGKRONG ANAK MUDA LANGGAR PERWALI, YANG NONGKRONG LANGSUNG DIRAPID TEST ANTIGEN 1

Palangka Raya (Dayak News) – Seolah tidak jera dengan sanksi yang diberikan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada beberapa kafe tempat nongkrong anak muda, kali ini tim satgas kembali unjuk taring menegakkan Perwali dengan mendatangi 2 kafe yang masih buka diatas jam 22.00 WIB, Rabu (09/06) malam.

2 cafe tersebut yaitu Kopi Santai Cafe yang berada dibilangan Jalan Jenderal Sudirman dan Dejavu Cafe jalan Cut Nyak Dien Palangka Raya.

“Malam ini kita datangi 2 kafe yang sudah melanggar Perwali nomor 26 tahun 2020 dan Perwali Nomor 4 tahun 2021 dimana batas untuk tempat hiburan seperti cafe ini hanya diperbolehkan hingga pukul 22.00 WIB.” Tegas Ketua Harian Percepatan Penanganan Covid-19, Emi Abriyani didampingi Sekretaris BPBD, Anna Menur.

Terlihat di Kopi Santai Kafe, Tim Satgas bersama Tim PPKM Mikro Kecamatan Jekan Raya dan Tim Dinkes Kota Palangka Raya langsung melakukan pendataan terhadap 68 orang pengunjung kafe dan langsung melakukan tindakan tegas kepada pengunjung dengan Swab PCR yang mana hasilnya akan dikirimkan langsung ke nomor handphone terkait hasil swab PCR dan jika terpapar akan segera di lakukan penjemputan oleh tim Satgas.

LAGI, 2 CAFE TEMPAT NONGKRONG ANAK MUDA LANGGAR PERWALI, YANG NONGKRONG LANGSUNG DIRAPID TEST ANTIGEN 2

Pemandangan serupa juga terlihat di Dejavu kafe yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, dilokasi ini tim melaksanakan Swab Antigen kepada ke 35 orang pengunjung cafe dan dari hasil swab antigen tersebut 35 orang pengunjung masih dinyatakan aman atau negatif.

Emi Abriyani yang ditemui usai kegiatan Penegakan Prokes dan Perwali tersebut menghimbau kepada pemilik tempat usaha untuk bisa mematuhi surat edaran yang sudah disampaikan sejak lama terkait dari isi perwali Nomor 26 tahun 2020 dan Perwali nomor 4 tahun 2021.

“Masih sangat kecewa, banyak pelaku usaha yang belum mau membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19, termasuk masyarakat banyak yang sudah tidak mau lagi menerapkan Prokes, padahal semua demi kesehatan bersama.” Pungkas Emi. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.