MALAM PASKAH, RIBUAN MASYARAKAT KOTA PALANGKA RAYA BANJIRI TEMPAT PEMAKAMAN KRISTEN

oleh -
oleh
MALAM PASKAH, RIBUAN MASYARAKAT KOTA PALANGKA RAYA BANJIRI TEMPAT PEMAKAMAN KRISTEN 1
Semenjak Sore hari, ratusan hingga ribuan masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan atau makam kristen yang terletak dipusat kota Palangka Raya tersebut untuk melaksanakan Bersih Kubur dan ziarah dalam momen perayaan Paskah yang hanya sekali dalam setahun.

Palangka Raya (Dayak News) – Pemandangan berbeda terlihat ketika kita melewati Jalan Tjilik Riwut KM 2.5 Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya, Sabtu (08/04/2023) sore.

Semenjak Sore hari, ratusan hingga ribuan masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan atau makam kristen yang terletak dipusat kota Palangka Raya tersebut untuk melaksanakan Bersih Kubur dan ziarah dalam momen perayaan Paskah yang hanya sekali dalam setahun.

Tradisi bersih Kubur dan juga ziarah kepada kuburan keluarga seperti orang tua, kakek nenek, Anak, saudara, bahkan teman ini sudah turun temurun dilakukan masyarakat kota Palangka Raya yang beragama Kristen dalam memperingati Jumat Agung dan Perayaan Paskah.

Salah seorang Peziarah, Tommy Djantan (35) saat dibincangi dayaknews.com mengungkapkan bahwa kehadirannya di pekuburan bukan semata-mata untuk membersihkan makam, melainkan juga sebagai obat rindu kepada orang yang dikasihinya karena sudah pergi menghadap sang kuasa.

“Saya dinas diluar mas, dan gak setiap waktu bisa menjenguk makam orang tua saya, saat momen libur Paskah inilah saya bisa menjenguk makam orang tua saya,” ucapnya.

Selain itu menurut Tommy, di momen Paskah ini juga dirinya bisa bertemu sanak keluarga secara langsung apalagi pasca Kota Palangka Raya terdampak Covid-19 silaturahmi hanya bisa dilakukan melalui media sosial dan panggilan telepon saja, karena 3 tahun lalu semua aktivitas dibatasi termasuk ziarah kubur saat paskah.

Tidak jauh berbeda, Rodrigo Salundik (55) mengungkapkan bersih kubur dan ziarah kubur sudah menjadi tradisi dikeluarga mereka sejak dahulu kala, dimana kuburan kristen masih berada di Depan Gereja Imanuel atau Kuburan Pahandut.

“Dari dulu de, kami sudah menjalankan tradisi bersih kubur dan ziarah makam bahkan bermalam dikuburan orang yang kami kasihi, dan terus kami tanam hingga saat ini kepada anak cucu kami, biar mereka mengenal mana nenek moyang mereka, mana kakek nenek mereka, mana om tante, saudara mereka meskipun mereka tidak pernah tahu karena sudah dipanggil oleh Tuhan.’ Jelas Rodrigo.

BACA JUGA :  SERAPAN DAK PROVINSI NOL PERSEN

Pantauan redaksi Dayaknews.com dilapangan hingga pukul 04.00 WIB Minggu (09/04/2023) dinihari ribuan masyarakat terus memadati kuburan kristen tersebut untuk melaksanakan Ibadah Paskah Pagi menyambut kenaikan Isa Almasih Ke Sorga. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.