MUSIM HUJAN, ULAR NGUNGSI KERUMAH DI PALANGKA RAYA

oleh -29 views
MUSIM HUJAN, ULAR NGUNGSI KERUMAH DI PALANGKA RAYA 1

Palangka Raya, 3/1/20 (DAYAK NEWS). Kemunculan ular yang masuk pemukiman warga kembali menghantui warga masyarakat kota Cantik Palangka Raya.

Seperti yang terjadi, minggu (2/2) pagi kehebohan terjadi di salah satu rumah warga jalan Bukit Keminting ketika, mengetahui diruang kamar tidurnya ditemukan seekor ular sanca batik sedang melilit melingkar diatas kayu kasau.

Ular yang bernama latin malayopython reticulatus tersebut diduga kelaparan setelah ganti kulit dan masuk kerumah warga yang kebetulan ada tersedia rantai makanannya, terutama tikus dan binatang yang menjadi santapannya.

Excel Wijaya (20) pemilik rumah begitu kaget saat mendengar teriakan sang adik yang melihat mengetahui adanya ular sedang melingkar diatas kayu kasau tepat didalam kamar.

“Kaget saya pas ade teriak ada ular, terus saya buru-buru telepon tim emergency response untuk penanganan ularnya,” tutur Excel.

Sementara itu, menerima laporan dari masyarakat, tim ERP langsung menuju lokasi yang telah diinformasikan, tak kurang dari 10 menit ular berhasil ditangkap dan untuk selanjutnya dievakuasi menuju BKSDA Kalteng untuk di Lepas liarkan kembali.

Kepala Bagian Operasi ERP, Nago mengingatkan kepada masyarakat terkhususnya yang memiliki rumah masih didaerah yang memiliki lokasi yang penuh dengan rerumputan dan daerah rawa lembab untuk mewaspadai kemunculan hewan melata atau hewan reptile, karena rentang waktu antara Desember hingga Februari akhir merupakan waktu ular kawin dan bertelur serta berkembang biak.Hal tersebut karena ini merupakan musim penghujan.

Selain itu, kerusakan ekosistem menjadi faktor penting kenapa ular masuk kepemukiman warga karena habitat awalnya rusak akibat keserakahan perampasan hutan hingga kebakaran hutan dan lahan yang sempat terjadi dikota Palangka Raya beberapa waktu lalu.

“Intinya saya himbau untuk masyarakat lebih hati-hati, selain ular saat ini sedang berkembang biak karena telur-telur yang pada Desember lalu telah menetas, faktor seperti ketersediaan makanannya pun menjadi hal yang harus dipikirkan.Hal itulah yang buat ular masuk pemukiman,” tanggap Nago.

Melalui kesempatan ini, Nago menghimbau untuk masyarakat bisa membersihkan lingkungan sekitar rumahnya, jangan terlihat kumuh karena ular sangat suka dengan lokasi yang kumuh serta lembab, serta yang terpenting semprotkan atau pasang mewangian seperti karbol lantai yang tidak disukai ular.

“Ingat untuk terus jaga kebersihan pemukiman sekitarnya, dan selalu informasikan kepada tim ERP agar cepat tertanganin hal – hal seperti ini,”pungkas Nago. (AJN/BBU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *