PENINDAKAN SELAMA SETAHUN PENUH, KANTOR BEA CUKAI PALANGKA RAYA MUSNAHKAN RIBUAN BARANG ILEGAL YANG MASUK KALTENG

oleh -
oleh
PENINDAKAN SELAMA SETAHUN PENUH, KANTOR BEA CUKAI PALANGKA RAYA MUSNAHKAN RIBUAN BARANG ILEGAL YANG MASUK KALTENG 1
Kantor Bea Cukai Palangka Raya memusnahkan sebanyak 304.632 batang rokok, 12 kilogram tembakau iris, 20 botol liquid vape, 1.220 botol minuman keras, 15.000 lembar baju bekas eks impor dan 4.775 keping pita cukai bekas, Rabu (07/12/2022).

Palangka Raya (Dayak News) – Kantor Bea Cukai Palangka Raya memusnahkan sebanyak 304.632 batang rokok, 12 kilogram tembakau iris, 20 botol liquid vape, 1.220 botol minuman keras, 15.000 lembar baju bekas eks impor dan 4.775 keping pita cukai bekas, Rabu (07/12/2022).

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, akibat masuk ke Provinsi Kalimantan Tengah secara ilegal.

Pelaksana tugas Kantor Bea Cukai Palangka Raya, Firman Yusuf mengatakan, Bahwa pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan pihaknya sejak tahun 2021 hingga Oktober tahun 2022.

“Dari hasil penindakan tersebut, kami berhasil menambah penerimaan negara dari pengenaan sanksi administrasi sebesar Rp 244 juta lebih,” katanya, setelah melakukan pemusnahan barang bukti.

PENINDAKAN SELAMA SETAHUN PENUH, KANTOR BEA CUKAI PALANGKA RAYA MUSNAHKAN RIBUAN BARANG ILEGAL YANG MASUK KALTENG 2

Dijelaskannya, saat ini barang ilegal yang tengah trend di kalangan masyarakat, yakni pakaian bekas eks impor atau yang kerap dikenal dengan barang Thrift Shop.

Padahal di negara asalnya, pakaian bekas tersebut merupakan sampah bagi masyarakat setempat, Namun oleh oknum-oknum nakal tersebut diimpor ke Indonesia, termasuk ke Provinsi Kalimantan Tengah dan diperjualbelikan kembali secara terang-terangan.

“Pakaian bekas ini masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang tidak terdapat petugas bea cukai dan dijual kembali dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Firman Yusuf menjelaskan bahwa pakaian bekas yang dijual kembali di Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dapat menyebabkan penyakit yang cukup serius bagi penggunanya.

Pasalnya, pada pakaian bekas tersebut terdapat bakteri escherichia coli alias e-coli, staphylococcus aures dan jamur kapang, yang dapat menyebabkan penyakit bagi masyarakat pengguna barang-barang thrift ini.

“Kita sudah melakukan uji labotorium terhadap pakaian bekas tersebut. Kita cuci terlebih dahulu dan kita lakukan uji lab, hasilnya terdapat bakteri dan jamur tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA :  POLRES GUMAS UNGKAP 9 TINDAK PIDANA NARKOBA DALAM 3 BULAN

Dalam memberantas aktivitas Thrif Shop atau penjualan pakaian bekas eks impor tersebut atau istilah masyarakat kalimantan tengah sering disebut pasar tungging harus dimulai dari perilaku masyarakat yang termakan oleh brand atau merk luar negeri.

Padahal, brand atau merk lokal saat ini telah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri. “Jadi selain penindakan, perilaku konsumen yang harus dirubah. Jadilah konsumen yang mencintai produk-produk dalam negeri,” pungkasnya. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.