POLISI TERUS KEMBANGKAN PENANGKAPAN ANGGOTA PEMADAM KEBAKARAN SWASTA

oleh -35 views
POLISI TERUS KEMBANGKAN PENANGKAPAN ANGGOTA PEMADAM KEBAKARAN SWASTA 1

Palangka Raya, 26/9/2020 (Dayak News). Buah hasil tangkapan anggota Crisis Response Team (CRT) Dragon Polda Kalteng, pada Jumat malam (25/9/2020) terhadap Anggota Pemadam BPK Swasta Kota Palangka Raya yang kedapatan memiliki Paket sabu sebanyak 5 Paket menjadi atensi Kepolisian terkhususnya Direktorat Resnarkoba Polda Kalteng.

Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Bonny Djianto mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo yang diwakilkan Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan, Sabtu pagi (26/9/2020).

Menurut Hendra, Rekor Anggota CRT dalam penangkapan Kepemilikan Barang Haram Narkoba Jenis sabu tersebut membuktikan bahwa didaerah Jalan Riau hingga puntun masih saja ada aktivitas jual beli narkoba.

“Bukti nyata bahwa daerah bawah seperti komplek Puntun dan sekitarnya secara terang-terangan operasi gelap narkoba masih berdiri kokoh dan ini jadi atensi dari pimpinan kita untuk segera menciptakan kota Palangka Raya bebas Narkoba,” tegas Hendra Rochmawan.

Melalui kesempatan ini juga, jika masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya ada merasa hal yang mencurigakan terkait adanya peredaran Narkoba diwilayah atau komplek pemukimannya, diharapkan agar segera melaporkan ke Kepolisian, bisa di Polda, Polresta ataupun polsek Jajaran yang selalu ada 1×24 Jam.

Sementara itu, terkait kepemilkan benda haram narkoba yang ditemukan anggota CRT dragon Polda Kalteng terhadap seorang pria berinisial SB alias Caban (44) warga jalan Riau tersebut hingga kini pelaku masih dalam proses pemeriksaan diruang Direktorat Reserse Kriminal Umum terkait kepemilikan senjata tajam yang ditemukan dipinggang pelaku, dan setelah selesai BAP akan diserahkan kembali ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng.

“Kita akan kenakan Pasal 114 ayat (1) Junto pasal 112 ayat (2) Undang – undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika serta Undang undang darurat Nomor 12 tahun 1951 Pasal 2 ayat 1 tentang penggunaan dan membawa senjata tajam tanpa izin dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,”tandas Hendra. (AJn/BBU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *