POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA LAUNCHING POSYANDU REMAJA “ANTANG BAJENTA”

oleh -
oleh
POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA LAUNCHING POSYANDU REMAJA “ANTANG BAJENTA” 1

Palangka Raya (Dayak News) – Keberadaan dan peran “Posyandu Remaja” akan sangat berarti dan penting bagi para remaja khususnya dalam menghadapi kondisi dan tantangan zaman.

Seiring dengan beragam kasus dan perilaku menyimpang para remaja yang turut merugikan diri, keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi tantangan bagi semua pihak.

Oleh karena itu, Ketua Panitia Launching Posyandu Remaja “Antang Bajenta” Seri Wahyuni, S.ST, M.Kes menyampaikan bahwa diantara fungsi utama Tridharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya (Polkesraya) adalah bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini menjadi dasar untuk semua kegiatan dilakukan secara terorganisir dan terencana serta termaktub dalam Rencana Induk Pengembangan Polkesraya hingga Tahun 2030 ungkap Ketua Program Studi D-3 Kebidanan Polkesraya ini.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Bapak Mars Khendra Kusfriyadi, STP.,MPH menyampaikan bahwa kami terus melakukan berbagai upaya sebagai perwujudan fungsi dengan adanya Pusat Unggulan Institusi Pendidikan Kesehatan atau yang disingkat PUI-PK.

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA LAUNCHING POSYANDU REMAJA “ANTANG BAJENTA” 2

Menurutnya, kekhususan PUI-PK Polkesraya adalah sebagai Pusat Unggulan di bidang Kesehatan Reproduksi Remaja.

“Kami memiliki 3 Jurusan yaitu Jurusan Kebidanan, Keperawatan dan Jurusan gizi yang siap mensupport pusat unggulan ini”

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peserta ini berlangsung di Aula Polkesraya berlangsung sukses dan tampak warga masyarakat yang ada di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.

Menurut panitia, bahwa awal mulanya kegiatan tersebut memadukan antara penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan seluruh civitas akademika yang diarahkan kepada kesehatan reproduksi remaja.

Inilah yang melatarbelakangi kenapa Polkesraya memiliki niat dan keinginan untuk membentuk Pos Pelayana Terpadu Remaja Antang Bajenta ini ungkap panitia.

BACA JUGA :  Tingkatkan Sinegritas, Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya Bertandang Ke Kejaksaan Negeri Palangka Raya

Dan alhamdulillah, niat kami disambut dengan baik oleh pihak terkait terutama Darmawanita Provinsi Kalimantan Tengah yang diketuai oleh Ibu Ida Suyuti dan dibina langsung oleh Ibu Gubernur, begitu juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui Puskesmas Menteng yang juga sebagai Pembina serta Kecamatan Jekan Raya dan Kelurahan Menteng selaku yang memiliki wilayah.

Pada kesempatan tersebut pihak panitia mengucapkan terimakasih atas support kegiatan ini. Semoga tujuan pendirian Posyandu Remaja Antang Bajenta ini selain sebagai pusat unggulan institusi Polkesraya, juga bertujuan membantu pemerintah khususnya dinas kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan remaja, mengajak dan memberikan ruang kepada mereka untuk secara mandiri mengelola kesehatannya sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap pentingnya kesehatan reproduksi.

Kami sangat berharap dengan adanya posyandu remaja, maka angka pernikahan dini diusia remaja dapat ditekan dan diturunkan serta yang tak kalah pentingnya adalah merupakan upaya kita untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di provinsi Kalimantan tengah.

Sebagaimana tuntutan pemerintah dalam perpres nya tentang percepatan penurunan angka stunting. Bahwa prevalensi stunting pada anak harus dapat di turun kan hingga 14 %.

Remaja yang mengerti dan memahami pentingnya kesehatan reproduksi diharapkan dapat selalu menjaga kesehatan dirinya dengan mengkonsumsi gizi seimbang dan terhindar dari penyakit karena memiliki daya tahan tubuh yang baik. Bahkan mereka akan dapat merencanakan kehidupannya dimasa yang akan datang.

Kegiatan posyandu remaja ini dengan menyasar remaja berusia 10-18 tahun, laki-laki dan perempuan tanpa memandang status pendidikan dan perkawinan termasuk remaja dengan disabilitas.

Upaya Meningkatan keterampilan hidup sehat (PKHS), pengetahuan dan keterampilan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA, mendorong remaja untuk melakukan aktivitas fisik dan deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular juga diajarkan dalam kegiatan posyandu tersebut ungkap panitia. (Sut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.