Palangka Raya (Dayak News) – Setelah pemberitaan tersiar, rencana pemasangan hinting di areal PT. Asmin Bara Bronang, sesuai surat Komando Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (KPAD) Kalimantan Tengah, seperti diberitakan Dayak News, sementara minta ditunda.
PT. Asmin Bara Bronang meminta pertemuan dengan Panglima KPAD Kalteng, Drs. Yahya S. Kobar, ketika yang belakangan sedang berada di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, hari Minggu (6/8).

Hasil pertemuan itu, dikatakan Yahya Kobar, diinisiasi oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Barito Utara dan Bupati Barito Utara, yang mana di situ disepakati penundaan pemasangan hinting sampai musyawarah antara warga terkena dampak jalan Hauling perusahaan dan PT. Asmin Bara Bronang dilangsungkan antara 20-25 Agustus ke depan. Jadi ini ditunda hingga pihak perusahaan menanggapi surat dari KPAD yang sudah dilayangkan beberapa waktu lalu.
Yahya Kobar, menjelaskan lagi kepada Dayak News, bahwa ini ditunda bukan dibatalkan, karena dari pertemuan di Muara Teweh itu kedua belah pihak sepakat agar situasi kondisi menjelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus secara umum tidak terganggu.
Demikian keterangan dari Panglima KPAD Yahya Kobar, di kantornya, Selasa (8/8) pagi. (CPS)