RAWAN, 18 KELURAHAN DI KOTA PALANGKA RAYA MASIH ZONA MERAH COVID19

oleh -7 views
RAWAN, 18 KELURAHAN DI KOTA PALANGKA RAYA MASIH ZONA MERAH COVID19 1
Emi Abriyani ketua harian gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya.

Palangka Raya (Dayak News) – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 hingga kini terus berupaya menekan dan menghentikan Penyebaran virus corona di 18 kelurahan zona merah yang tersebar di 4 kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Emi Abriyani selaku ketua harian gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya.

Menurut Emi, dari 30 Kelurahan yang tersebar di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Sebangau dan Kecamatan Bukit Batu ada 18 kelurahan yang masih memiliki zona merah covid-19.

“Iya mas, kita masih berupaya optimal agar semuanya bisa kita turunkan tingkatannya, syukur – syukur bisa kembali hijau seperti dulu dan zero confirmation untuk pasien positifnya,” Harap Emi Abriyani

Ditambahkan Emi, untuk penyebaran terbanyak kasus covid-19 diwilayah Kecamatan Jekan Raya yang mendominasi masih dikelurahan menteng dilanjutkan Kelurahan Palangka, Bukit Tunggal, dan Petuk Katimpun.

Dikecamatan Pahandut pun masih sama yaitu kelurahan pahandut dan langkai pun tetap mendominasi disusul Panarung, Tanjung Pinang, Pahandut Seberang, dan kelurahan Tumbang Rungan.

Sementara itu untuk kecamatan sebangau masih didominasi oleh kelurahan Kereng Bangkirai, Kelurahan Sabaru, Bereng Bengkel, Danau Tundai, dan Kelurahan Kalampangan serta dikecamatan Bukit Batu kelurahan Banturung, Tangkiling dan Kelurahan Tumbang Tahai yang masih mendominasi zona merahnya.

Emi sangat berharap peran aktif masyarakat untuk bisa membantu pemerintah dalam menekan penyebaran covid 19 di 18 kelurahan ini, agar tidak ada lagi pasien terkonfirmasi positif lahir dari kelurahan zona merah ini.

“Saya harap masyarakat bisa menerapkan Protokol Kesehatan dan juga yang terpenting mengingat 4 M, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tqngan, dan menghindari kerumunan dikehidupan sehari-hari dalam lingkungan keluarga dan bermasyarakat.” Tegas Emi. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *