Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Bina Pemilik Warung Kelontong Lantaran Posting Informasi Hoax. Cak Sam : Gara-Gara Utang 17 Ribu, Korbannya Dibilang Meninggal Dunia

oleh -
oleh
Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Bina Pemilik Warung Kelontong Lantaran Posting Informasi Hoax. Cak Sam : Gara-Gara Utang 17 Ribu, Korbannya Dibilang Meninggal Dunia 1

Palangka Raya (Dayak News) – Hanya Gara-Gara Hutang di warung Kelotongnya sebesar 17 Ribu Rupiah, seorang Pemilik Toko di Seputaran Jalan Garuda nekat memviralkan yang Berhutang Meninggal Dunia.

Akibat dari Postingannya tersebut, Pemilik Toko di Palangka Raya akhirnya Dibina tim Virtual Police bidhumas Polda Kalteng dan Dimediasi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi antara Pemilik toko dan korban yang berhutang yang sebelumnya dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan.

Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng, Ipda H. Shamsudin atau kerap disapa Cak Sam mengutarakan bahwa seorang pria berinisial TD (35) pemilik toko kelontong di Palangka Raya harus dibina Bidhumas Polda Kalteng karena membuat status whatsapp orang meninggal dunia padahal orang tersebut tidak meninggal dunia, Senin (27/05/2024) siang.

Pembinaan tersebut dilakukan Tim Virtual Police setelah menerima Laporan adanya dugaan pelanggaran UU ITE yang dilaporkan langsung korbannya Berinisial SA (20) warga Kota Palangka Raya bersama kakak kandungnya yang curhat ke Cak Sam selaku Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng.

Dalam curhat tersebut, SA dan keluarganya merasa keberatan dan tidak terima karena TD membuat satu status whatsapp dengan menggunakan KTP milik korban dan memberikan keterangan bahwa SA telah meninggal dunia karena kecelakaan ketika naik sepeda listrik.

Untuk menyelesaikan Masalah, di hadapan Cak Sam dan SA juga kakak kandungnya, akhirnya menjumpai Pemilik warung Kelontong berinisial TD tersebut dan dari keterangan TD, dirinya beralasan melakukan itu karena SA punya hutang sebesar 17 Ribu Rupiah saat belanja di tokonya dan meninggalkan KTP sebagai jaminannya. Namun hutang tersebut sudah berselang 5 hari belum dibayar juga.

BACA JUGA :  SIAP AMANKAN ARUS BALIK, POLDA KALTENG GELAR APEL KESIAPSIAGAAN

Setelah mendengarkan ceritanya, Cak Sam pun kemudian memberikan pembinaan dan edukasi kepada TD bahwa yang dilakukannya tersebut salah dan telah melanggar Undang-Undang ITE yaitu menyebarkan berita atau informasi hoaks.

Selanjutnya, setelah mendapatkan Edukasi, TD kemudian membuat klarifikasi dan meminta maaf kepada SA dan keluarganya serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan korban. “Alhamdulilah, setelah kita lakukan mediasi ditemui Jalan baik, semoga semuanya bisa kembali berjalan normal. Satu pelajaran hari ini jangan pernah lakukan Penyebaran berita atau informasi Hoax, karena akan merugikan Banyak Orang dan juga diri sendiri.” Tandas Cak Sam. (PR/AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.