WADUH, ANAK SD KETAHUAN SEBAR LINK PORNO

oleh -305 views
WADUH, ANAK SD KETAHUAN SEBAR LINK PORNO 1
MEDIASI - Pembinaan terhadap orang tua siswa yang melakukan sebar link porno antara pihak sekolah, orang tua siswa, satgas PPA Kalteng dan Bid Humas Polda Kalteng lakukan mediasi.(Foto/Ist).

Palangka Raya, 29/1/20 (Dayak News). Kabar tak mengenakan kembali merundung dunia pendidikan dikota Palangka Raya tercinta ini. Pasalnya sejumlah anak-anak sekolah dasar yang bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) ketahuan menyebar dan menonton film dewasa atau film bokep.

Kejadian ini diketahui setelah salah satu orang tua murid kelas 3 mendapati link tak senonoh dari gawai yang dipakai anaknya dan setelah ditanyai dengan anaknya ternyata link video porno tersebut didapat dari link berbagi yang dibagikan oleh murid SD yang sama namun baru duduk di kelas 1 sekolah dasar.

Mendapati informasi tersebut, Kepala Sekolah berinisiatif langsung menghubungi Satuan tugas perlindungan perempuan dan anak serta Bid Humas Polda Kalteng untuk melakukan pembinaan terhadap anak dan orang tua yang anaknya telah membuka dan menonton link yang dibagikan secara berantai tersebut.

“Total ada 6 orang anak, 5 dari kelas 3 dan 1 dari kelas 1, mereka semua satu sekolah dasar dan satu dari anak dikelas 3 merupakan sepupu dari anak kelas 1,” ucap Widya Kumala dari Satgas PPA.

Dari informasi yang didapat menurut Widya Kumala selaku Satgas PPA pengakuan anak-anak tersebut sudah mulai mengetahui link tersebut sejak beberapa bulan ini, bahkan yang mengejutkan ada yang sudah mengetahui akan link dan menonton video tersebut dari sejak Bangku Taman Kanak-Kanak.

“Ada yang dari Bangku TK sudah ada yang mengetahui link nakal tersebut, terus dibagikannya kembali kepada saudara sepupunya hingga menjadi link berantai dikalangan bocah kecil tersebut,”tutur Widya.

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan dari Satgas PPA, Bid Humas Polda Kalteng serta dari Pihak Sekolah kepada anak-anak yang terlibat dalam jaringann link bokep tersebut akhirnya sekolah tempat anak-anak tersebut menimba ilmu menyerahkan kepada orang tua untuk dilakukan pembinaan dirumah dengan lebih memperhatikan buah hatinya dan kedepannya juga pada saat disekolah nanti akan dibina melalui program agama.

Sementara itu, selaku satgas PPA dan pemerhati Perempuan dan Anak, Widya Kumala sangat mengharapkan kedepannya peran aktif dari masing-masing orang tua lebih mendisiplinkan anaknya dengan lebih menuangkan rasa kasih sayang dan selalu mendampingi anak-anaknya disetiap penggunaan Gawai atau ponsel sehingga peristiwa seperti ini bisa lebih diminimalisir. (AJN/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *