WASPADAI SAKIT DITENGAH MUSIM PANCAROBA, ANDJAR : MINUM VITAMIN, ISTIRAHAT YANG CUKUP DAN TETAP PROKES

oleh -
oleh
WASPADAI SAKIT DITENGAH MUSIM PANCAROBA, ANDJAR : MINUM VITAMIN, ISTIRAHAT YANG CUKUP DAN TETAP PROKES 1
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo.

Palangka Raya (Dayak News) – Cuaca di Kota Palangka Raya saat ini lebih mengarah pada iklim pancaroba. Adapun pancaroba itu sendiri adalah sebuah kondisi dimana cuaca mengalami keadaan yang tidak menentu, siang terasa begitu panas dan malam hari turun hujan deras.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo menuturkan, dengan kondisi pancaroba saat ini maka seseorang yang tidak sedang berada pada kondisi fit, akan mudah mengalami penyakit penyerta yang biasa datang bersamaan dengan musim pancaroba seperti saat ini.

“Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai saat musim pancaroba yang terjadi saat ini seperti diare, influenza, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan atas atau ispa dan chikungunya,”ungkapnya.

Disebutkan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan masyarakat agar tidak terpapar penyakit di musim pancaroba tersebut. Misalkan agar terhindar dari DBD, penting untuk mencegah perkembangan populasi nyamuk dengan menerapkan 3M Plus, yaitu dengan menguras dan menutup tempat penampungan air serta sebisa mungkin mendaur ulang barang bekas.

Masyarakat sambung Andjar, dapat melakukan tindakan preventif lainnya. Seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, menjaga imunitas, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta selalu mencuci tangan sebelum makan.

Selanjutnya, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan apabila mengalami beberapa gejala penyakit, maka segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat, agar segera mendapatkan pertolongan serta penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan diagnosis dari gejala yang muncul.

“Jangan lupa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi untuk membentuk Herd Immunity atau kekebalan kelompok di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini masih ada dan terjadi,” pungkas Andjar. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.