PEMERINTAHAN KALTENG CONTOHI PERKEBUNAN THAILAND

oleh -14 views
Kadis Perkebunan Provinsi Kalteng IR Rawing Rambang didampingi para Kabid dan pihak Dinas Kominfo Kalteng memberikan paparan capaian kinerja sektor perkebunan kepada insan pers, di Palangka Raya, Selasa (19/11/2019). FOTO : SARIPUDIN

Palangka Raya, 20/11/19 (Dayak News). Pemerintahan Kalimantan Tengah (Kalteng) dibawah pimpinan Gubernur.H.Sugianto Sabran merasa perlu mencontohi ke negara Thailand dalam pengembangan perkebunan.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Kalteng Ir.Rawing Rambang dalam pertemuan pers di kantornya di Palangka Raya, Selasa (19/11).

Dia berharap, ke depan, pengembangan sektor perkebunan bisa lebih diprioritaskan. Dengan begitu, potensi devisa yang didapat dari sektor ini juga akan mengalami peningkatan.

Menurut Ir Rawing Rambang, pola pengembangan bidang perkebunan yang dilakukan pemerintah Thailand patut dilakukan di Indonesia.

“Saya pernah ke Thailand. Di sana, dorongan pemerintah terhadap sektor perkebunan itu besar,” kata Ir. Rawing Rambang.

Dikatakan, dua hal utama yang menjadi fokus pengembangan dunia perkebunan di Thailand, yaitu dukungan bagi kalangan petani dan kemudahan investasi.

Dia mencontohkan, Pemerintah Thailand memberikan subsidi biaya pengiriman komoditas perkebunan yang dihasilkan petani lokal untuk ekspor ke luar negeri menggunakan maskapai penerbangan milik negara.

“Jadinya, petani lokal sejahtera. Mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya ke Australia,” sebut Rawing.

Dia melanjutkan, dari sisi investasi, pemerintah Thailand juga terus melakukan pembenahan. Salah satunya adalah menyederhanakan proses perizinan investasi perkebunan menjadi “satu pintu” di departemen industri pertanian.

“Nah, di kita (Indonesia), kalau Saya hitung, mengurus perizinan (perkebunan) itu bisa sampai ke enam lembaga,” lanjutnya.

Kadis menambahkan, untuk mempercepat pembangunan sektor perkebunan, tidak ada jalan lain kecuali sektor ini dijadikan salah satu prioritas, sehingga anggaran pengembangannya dapat ditingkatkan.

“Prioritas kita saat ini memang masih infrastruktur. Karena, secara fisik hasilnya jelas terukur. Ke depan, kita berharap pembangunan sektor perkebunan juga perlu diprioritaskan,” tandasnya.

Terkait capaian kinerja sektor perkebunan di Kalteng, Kadis menyebut secara umum menunjukkan grafik meningkat, terutama jika mengacu pada rasio produksi dua komuditas andalan Kalteng, kelapa sawit dan karet.

BACA JUGA :  1.134 HOT SPOT, KABUT ASAP MASIH TEBAL DI KALBAR

Pada 2018, produksi kelapa sawit Kalteng sebesar 4.875.778 ton. Sedangkan pada 2019 yang masih berjalan, produksi kelapa sawit sudah mencapai 5.160.043 ton.
Untuk komuditas karet Kalteng, produksi pada tahun 2018 sebesar 162.943 ton. Pada 2019 berjalan ini, produksi karet telah mencapai 164.585 ton.

“Selain dua komuditas itu, kita juga mulai mengembangkan perkebunan kopi dan kakao. Ini sangat potensial karena sesuai dengan kondisi wilayah kita, terutama kopi jenis rebusta,” tutur Rawing. (SAR/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *