POLDA KONSOLIDASI KESIAPAN AKHIR PEMILU 2019 AMAN

oleh -10 views

PONTIANAK, 12/4/19 (Dayak News). Aparat Kepolisian bersama dengan instansi terkait lainnya telah melaksanakan berbagai rangkaian kesiapan Pemilu 2019. Dengan tujuan agar pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan aman, ancar dan damai.

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti kesiapan personel, dan alusista serta sarana prasarananya pendukungya. Sehingga pada hari “H” pelaksanaan Pemilu semua aparat dan sarana prasarananya sudah lengkap sesuai dengan kebutuhan dan “siap” di gerakkan.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH konsolidasi kesiapan terakhir pelaksanaan Pemilu 2019 bersama Forkofimda di Mapolda Kalbar pada Kamis (11/4).
Ia mengatakan, Kepolisian dan TNI menjamin aman pada “Hari Rabu 17 April 2018. Oleh sebab itu dihimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lupa untuk datang ke TPS.

Segenap jajaran Polda, Kodam, Pemprov akan proaktif semua mengingatkan warga Kalbar agar pada hari “H” Pemilu untuk datang ke TPS menyampaikan hak pilihnya. Artinya masyarakat jangan sampai ada yang tidak memilih atau Golput.

Untuk menjamin pelaksanaan pemilu 2019 berjalan dengan aman, berbagai langkah strategi telah dilakukan. Seperti pembentukan forum rumah Adem, deklarasi pemilu damai, FGD, cipta kondisi dengan KKYD, simulasi pengamanan kota, apel gelar pasukan dan kegiatan lainnya yang menyejukkan.

Selain itu semua satga telah dioptimalkan kembali yakni satgas kemitraan, satgas sosial, satgas perwabku, satgas Gakkum, Satgas rumah adem ‘aman, damai, energik, mantap dan satgas Doa. Sementara, untuk pola pengamanan TPS ada 4 yaitu dengan pertimbangan 3 aspek namun dipastikan disetiap TPS ada 4 bilik suara 5 kotak suara.

Ada 4 pola pengamanan TPS di antaranya adalah TPS aman dengan pola 1:4:8 artinya 1 personel polisi untuk mengamankan 4 TPS dan dibantu 8 Linmas. Selanjutnya TPS rawan 1 dengan pola 1:3:6. TOS rawan 2 dengan pola 1:2:4 dan TPS rawan 3 dengan pola 1:1:2.

BACA JUGA :  DR.SONEDI,MPD REKTOR BARU UMP

Selanjutnya 3 hal yang menjadi pertimbangannya. gangguan kamtibmas tingkat keseringan, tingkat perhelatan politik dan kondisi geografis. Pihaknya sudah memetakan pesonel untuk pengamanan TPS dengan melibatkan 2/3 kekuatan personel Polda Kalbar dan 2/3 personel Kodam.

Sedangkan untuk “Cyber “ patroli atau kejahatan dunia maya ada “cyber troops: PNC yang memantau secara “realtime” sosial media. Yaitu memantau medsos, kabar hoaks, hal ini untuk pemilu 2019 terbebas dari gangguan. (SOS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *