PROF HAMDANAH: PILKADA AMAN DARI COVID-19, ASAL…

oleh -16 views
PROF HAMDANAH: PILKADA AMAN DARI COVID-19, ASAL... 1

Palangka Raya, 28/10/2020 (Dayak News). Tahapan demi tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berjalan. Kendati dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, pesta demokrasi ini diprediksi tetap bisa berjalan sukses dan aman bagi masyarakat.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 di Kalteng hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Padahal, provinsi ini termasuk salah satu daerah di Indonesia yang turut melaksanakan Pilkada serentak, 9 september 2020 mendatang.

Guna meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, Pilkada kali ini pun akan menerapkan protokol kesehatan. Imbasnya, terdapat aturan-aturan baru dalam tahapan pelaksanaan, terutama pada hari pemungutan suara nanti.

Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Prof dr Hj Hamdanah MAg, mengaku tetap optimistis hajatan politik ini tetap bisa berjalan baik dan aman dari penyebaran Covid-19. Syaratnya, seluruh pihak terkait patuh dalam penerapan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Paling utama dimulai dari petugas-petugas pelaksana Pilkada, baik di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pihak keamanan, dan lainnya. Mereka harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas penyelenggaraan Pilkada,” ujar Hamdanah kepada dayaknews, di Palangka Raya, baru-baru ini.

Dijelaskannya, setelah kepatuhan pada protokol kesehatan dijalankan petugas penyelenggara Pilkada, selanjutnya hal yang sama wajib dilaksanakan masyarakat, khususnya calon pemilih.

“Di sinilah perlu sosialisasi yang gencar oleh pihak pelaksana kepada masyarakat tentang tata cara pelaksanaan Pilkada, terutama saat pemungutan suara nanti. Sosialisasi ini bisa dilaksanakan dalam acara resmi, ataupun tidak resmi. Misalnya lewat ceramah-ceramah agama,” saran Hamdanah.

Tokoh pendidik yang juga sering dipercayakan dalam seleksi calon-calon komisioner KPU maupun Banwaslu ini menambahkan, dari sosialisasi tersebut, masyarakat kemudian bisa menyampaikannya kembali ke keluarga masing-masing di rumah. Dengan begitu, pemahaman tentang tata cara memilih di Pilkada 2020 ini bisa dipahami seluruh calon pemilih secara lebih lebih luas.

“Memang kemungkinan di awal akan ada kekagetan di kalangan masyarakat karena Pilkada ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Tetapi, Saya tetap optimistis, dengan penyampaian yang dilakukan pihak penyelenggara kepada masyarakat, Pilkada ini bisa terselenggara dengan lancar dan sukses,” tandasnya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *