DISBUDPAR PULPIS REVISI FESTIVAL BUDAYA HANDEP HAPAKAT 2020

oleh -18 views
DISBUDPAR PULPIS REVISI FESTIVAL BUDAYA HANDEP HAPAKAT 2020 1

Pulang Pisau,16/7/2020 (Dayak News). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pulang Pisau merevisi kegiatan Festival Budaya Handep Hapakat 2020 setelah mendapat kritik tajam dari pecinta seni dan budaya kabupaten setempat.

Revisi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pulang Pisau (Pulpis), Osa Maliki, Kamis, 16 Juli 2020.

Ia mengatakan, pihaknya tidak mengenyampingkan kebudayaan lokal, malah kebudayaan lokal menjadi prioritas utama pihaknya.

Menurut dia, terus terang malah pihaknya ingin mengangkat dan menggelorakan pariwisata, seni budaya.

“Jadi tidak ada niatan dari kami untuk mengenyampingkan kebudayaan dan seni daerah asli di Bumi Handep Hapakat,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam festival ini, untuk kategori lomba tari diwajibkan bagi orang asli Kabupaten Pulpis, karena dalam seleksi diminta melampirkan KTP dengan harapan kedepannya akan muncul ciri khusus atau tarian murni asli milik daerah setempat.

Untuk lomba tari ini, kita ingin memunculkan tari asli Kabupaten Pulpis, dengan harapan dapat kita patenkan. Sebab tahun sebelumnya, kita sudah mematenkan batik khas kita, maka kini tari khas daerah kita yang akan kita munculkan, itu tujuan kita dari festival ini,” terangnya.

Meskipun demikian, Osa Maliki meminta maaf, karena kegiatan itu tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Disinggung, kenapa harus ada lomba seni Kuda Lumping, ia menegaskan item tersebut telah direvisi, dan diganti dengan lomba seni Etnik, dan sedangkan untuk Lomba Tik Tok Pop Daerah Challenge menurutnya hanya untuk menyebarluaskan seni khas daerah, apa lagi menurutnya aplikasi tersebut mendunia serta mudah ditangkap.

“Intinya TikTok ini, kita hanya mengambil medianya saja, sedangkan budaya daerah tetap diutamakan, bahkan dalam Juknisnya 70 persen wajib bahasa daerah, dan tidak ada menyangkut sara, dan pornografi dan harus menampilkan budaya lokal,” tegasnya.

Adapun tujuan dan sasaran pihaknya dari kegiatan ini, jika nantinya ada video tron milik daerah atau dari kominfo, maka peserta dengan penampilan terbaik akan ditayangkan di video tron.

“Syukur-syukur nantinya penampilan peserta kita bisa masuk pada video tron di bandara Palangka Raya dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya lokal,” jelasnya.

Memunculkan budaya lokal ini, menurutnya, tiada lain untuk menampilkan khas daerah seperti tari-tarian asli daerah, anyaman rotan, lagu daerah, dan beragam inovasi daerah yang akan ditampilkan.

“Intinya, dari tiktok itu hanya medianya saja yang akan kita adopsi, tetapi tidak menghilangkan nilai-nilai atau kultur budaya lokal kita,” terangnya.

Dalam penyelenggaraan ini, tidak ada intervensi dari kami, dan kami sebagai penyelenggara saja, dan yang jelas dalam kegiatan ini, kami minta betul-betul orang yang berkompeten dibidangnya,” terangnya.

Osa juga menjelaskan, tujuan pihaknya menyelenggarakan festival budaya handep hapakat ini tiada lain untuk mengangkat budaya dan kearifan lokal dan yang jelas tidak ada niat pihaknya mengenyampingkan budaya asli daerah, tetapi pihaknya akan terus mengembangkan kearifan lokal khas daerah.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka sejak tanggal 1 Juli 2020, dan berakhir pada 13 agustus 2020 mendatang, sesuai tahapan akhir penjurian. Dan kegiatan yang digelar oleh Dibudpar Kabupaten Pulpis masih dalam suasana Hari Jadi Kabupaten Pulpis ke 18, dan bertemakan ” Beraksi Mencintai Seni Budaya ditengah Pandemi”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara Virtual diantaranya Penilaian Tari, Lomba Seni Kuda Lumping (revisi menjadi etnik), dan Lomba Tik Tok Pop Daerah Challenge, dengan total hadiah Rp. 30.000.000.(Bobbe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *