DISBUDPAR PULPIS SAMBANGI DPRD KLARIFIKASI TERKAIT FESTIVAL HANDEP HAPAKAT

oleh -7 views
DISBUDPAR PULPIS SAMBANGI DPRD KLARIFIKASI TERKAIT FESTIVAL HANDEP HAPAKAT 1

Pulang Pisau,17/7/2020 (Dayak News). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pulang Pisau sambangi DPRD kabupaten setempat untuk mengklarifikasi terkait pelaksanaan Festival Handep Hapakat 2020 yang dilaksanakan secara virtual.

Dalam pertemuan itu, rombongan Disbudpar diterima langsung Wakil Ketua II Nova Selvia, dan tiga Anggota DPRD Pulpis yakni Tandean Indra Bella, Dewi Satrika, dan Satria Wandi.

Sementara rombongan dari Disbudpar dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Pulang Pisau, Osa Maliki, Jumat, 17 Juli 2020.

Dalam pertemuan itu, pihaknya meminta maaf secara langsung kepada DPRD, karena menyelenggarakan even tersebut tanpa melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang lebih berkompeten.

Karena mereka langsung mempromosikan kegiatan tersebut ke publik melalui akun resmi Disbudpar di media sosial facebook, Instagram dan lainnya sehingga memicu kesalahpahaman.

“Intinya bahwa ditengah pandemi COVID-19, Disbudpar berupaya melakukan inovasi dibidang seni lokal, namun untuk pelaksanaannya kami rasa perlu hearing dengan wakil rakyat terkait beberapa hal,” kata Osa Maliki.

Ia menjelaskan, hasil dari pertemuan itu, dewan meminta supaya kegiatan festival tersebut ditunda hingga waktu yang disepakati nantinya, dan pihaknya sangat menghormati saran tersebut.

Selain menyampaikan permohonan maafnya, pihaknya juga menyampaikan bahwa tidak ada maksud sama sekali untuk mendiskriminasi salah satu seni budaya yang ada ditengah masyarakat, apalagi seni budaya lokal.

“Akan tetapi kita juga mengakui ada kesalahan dan kekurangmatangan dalam mempersiapkan event tersebut, sehingga menuai kritik ditengah masyarakat, dan untuk itu secara pribadi kita meminta maaf kepada anggota DPRD Pulang Pisau,” ucapnya.

Menurut Osa Maliki, apa yang menjadi saran dan pendapat dewan yang terbaik, termasuk menunda kegiatan itu akan kami ikuti.

Sedangkan anggota DPRD Pulpis, Tandean Indra Bella mengatakan, pertemuan pihaknya ini, hanya memfasilitasi keinginan Disbudpar untuk menyampaikan klarifikasi, dan pihaknya melalui komisi II pada Senin (20/07/2020) akan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disbudpar.

“Intinya tadi, pihak Disbudpar meminta maaf atas kekeliruan /kelalaian dalam media promosi kegiatan mereka beberapa waktu lalu, dan disepakati kegiatan itu ditunda dulu untuk dikoordinasikan dengan semua stakhoulder, supaya kegiatan itu memiliki konsep yang sesuai kontek event itu,” terang Tandeean yang juga pecinta Seni dan Budaya Daerah.

Dalam pertemuan tadi kata Tandean, permintaan dari pihak Budpar agar pihak DPRD dapat mempasilitasi mereka untuk menyampaikan klarifikasi terkait kegiatan yang mereka laksanakan secara Virtual yang sempat viral di media sosial (Medsos) itu.

“Kami tadi meminta mereka untuk menunda kegiatan itu, dan bahkan membatalkannya kalau sekiranya menjadi kontra dan mereka menyepakatinya,” jelas Tandean.

Sementara, Ketua Fordayak Kabupaten Pulpis Diharyo meyambut baik rencana DPRD Pulang Pisau yang akan mengagendakan RDP dengan Disbudpar terkait dengan kegiatan Festival Budaya yang banyak mendapat respon negatif itu.

“Kalau saran saya, lebih baik lomba TikToknya dihilangkan, cukup Lomba Video POP Daerah saja,” ujar Diharyo.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka sejak tanggal 1 Juli 2020, dan berakhir pada 13 agustus 2020 mendatang, sesuai tahapan akhir penjurian. Isi kegiatan tersebut dilaksanakan secara Virtual diantaranya Penilaian Tari, Lomba Seni Kuda Lumping (revisi menjadi etnik), dan Lomba Tik Tok Pop Daerah, dengan total hadiah Rp. 30.000.000.(Bobbe)

Dalam pertemuan itu, rombongan Disbudpar diterima langsung Wakil Ketua II Nova Selvia, dan tiga Anggota DPRD Pulpis yakni Tandean Indra Bella, Dewi Satrika, dan Satria Wandi.

Sementara rombongan dari Disbudpar dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Pulang Pisau, Osa Maliki, Jumat, 17 Juli 2020.

Dalam pertemuan itu, pihaknya meminta maaf secara langsung kepada DPRD, karena menyelenggarakan even tersebut tanpa melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang lebih berkompeten.

Karena mereka langsung mempromosikan kegiatan tersebut ke publik melalui akun resmi Disbudpar di media sosial facebook, Instagram dan lainnya sehingga memicu kesalahpahaman.

“Intinya bahwa ditengah pandemi COVID-19, Disbudpar berupaya melakukan inovasi dibidang seni lokal, namun untuk pelaksanaannya kami rasa perlu hearing dengan wakil rakyat terkait beberapa hal,” kata Osa Maliki.

Ia menjelaskan, hasil dari pertemuan itu, dewan meminta supaya kegiatan festival tersebut ditunda hingga waktu yang disepakati nantinya, dan pihaknya sangat menghormati saran tersebut.

Selain menyampaikan permohonan maafnya, pihaknya juga menyampaikan bahwa tidak ada maksud sama sekali untuk mendiskriminasi salah satu seni budaya yang ada ditengah masyarakat, apalagi seni budaya lokal.

“Akan tetapi kita juga mengakui ada kesalahan dan kekurangmatangan dalam mempersiapkan event tersebut, sehingga menuai kritik ditengah masyarakat, dan untuk itu secara pribadi kita meminta maaf kepada anggota DPRD Pulang Pisau,” ucapnya.

Menurut Osa Maliki, apa yang menjadi saran dan pendapat dewan yang terbaik, termasuk menunda kegiatan itu akan kami ikuti.

Sedangkan anggota DPRD Pulpis, Tandean Indra Bella mengatakan, pertemuan pihaknya ini, hanya memfasilitasi keinginan Disbudpar untuk menyampaikan klarifikasi, dan pihaknya melalui komisi II pada Senin (20/07/2020) akan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disbudpar.

“Intinya tadi, pihak Disbudpar meminta maaf atas kekeliruan /kelalaian dalam media promosi kegiatan mereka beberapa waktu lalu, dan disepakati kegiatan itu ditunda dulu untuk dikoordinasikan dengan semua stakhoulder, supaya kegiatan itu memiliki konsep yang sesuai kontek event itu,” terang Tandeean yang juga pecinta Seni dan Budaya Daerah.

Dalam pertemuan tadi kata Tandean, permintaan dari pihak Budpar agar pihak DPRD dapat mempasilitasi mereka untuk menyampaikan klarifikasi terkait kegiatan yang mereka laksanakan secara Virtual yang sempat viral di media sosial (Medsos) itu.

“Kami tadi meminta mereka untuk menunda kegiatan itu, dan bahkan membatalkannya kalau sekiranya menjadi kontra dan mereka menyepakatinya,” jelas Tandean.

Sementara, Ketua Fordayak Kabupaten Pulpis Diharyo meyambut baik rencana DPRD Pulang Pisau yang akan mengagendakan RDP dengan Disbudpar terkait dengan kegiatan Festival Budaya yang banyak mendapat respon negatif itu.

“Kalau saran saya, lebih baik lomba TikToknya dihilangkan, cukup Lomba Video POP Daerah saja,” ujar Diharyo.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka sejak tanggal 1 Juli 2020, dan berakhir pada 13 agustus 2020 mendatang, sesuai tahapan akhir penjurian. Isi kegiatan tersebut dilaksanakan secara Virtual diantaranya Penilaian Tari, Lomba Seni Kuda Lumping (revisi menjadi etnik), dan Lomba Tik Tok Pop Daerah, dengan total hadiah Rp. 30.000.000.(Bobbe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *