PEKERJA TAMBANG TEWAS TENGGELAM DI LANTING, REKAN KERJA MENJADI TERSANGKA

oleh -453 views
PEKERJA TAMBANG TEWAS TENGGELAM DI LANTING, REKAN KERJA MENJADI TERSANGKA 1
Petugas kepolisian saat melakukan melakukan olah TKP terkait meninggal seorang pekerja lanting dalam suatu perkelahian di Desa Goha Kecamatan Banama Tingang.

Pulang Pisau (Dayak News). Perkelahian hingga mengakibatkan satu orang tewas tenggelam terjadi di lokasi tambang sedot milik masyarakat di Desa Goha, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, 21 April 2021.
Setelah melakukan penyelidikan, Polres Pulang Pisau menetapkan rekan kerja korban yang terlibat perkelahian dengan korban sebagai tersangka.

Kapolres Pulang Posai AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon Digul Manra membenarkan kejadian tersebut kepada awak media, Minggu, 25 April 2021.

Dalam kejadian itu, polisi menetapkan AP (28) warga Sepang Kabupaten Gunung Mas sebagai tersangka yang menyebabkan tewasnya IS (32) warga Kapuas Barat Kabupaten Kapuas.

Polisi mengenakan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 Tahun Penjara ATAU Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman 7 Tahun Penjara terhadap IS terkait perkara pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang.

Berdasarkan kronologi kejadian berawal pada hari Rabu tanggal 21 April 2021, sekira jam 12.30 wib tersangka, bersama tiga rekannya sedang minum minuman beralkohol jenis Vodka Mix di meja yang ada di lanting atau rakit.
Sekitar jam 13.00 Wib datang korban IS dalam keadaan mabuk minuman beralkohol dan langsung marah-marah tidak jelas kemudian memukul meja tepat didepan tersangka.

Karena pada saat itu juga tersangka sedang mabuk tersinggung kemudian berdiri tiba-tiba dan memukul saudara IS menggunakan tangan kanan.Tersangka melancarkan pukulan berkali-kali ke arah IS hingga tiga rekan tersangka yang ada di tempat tersebut menahan tersangka untuk tidak memukul IS lagi.

Namun tersangka tetap menyerang korban, hingga korban jatuh terpeleset ke sungai karena menghindari pukulan tersangka.

Saat jatuh, korban kemudian dicari para pekerja tambang lainnya karena tidak muncul saat tercebur di air, namun tidak diketemukan. Kemudian sekitar jam 16.00 WIB hari kamis tanggal 22 April 2021 tersangka dan empat orang rekannya mendatangi Polsek Banama Tingang kemudian tersangka menyerahkan diri.

Korban baru dapat ditemukan pada Jumat 23 April 2021, sekitar jam 04.00 WIB yang mengapung diatas air yang tidak jauh dengan lokasi kejadian. (JDT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *