POLRES SUKAMARA UNGKAP PEREDARAN SABU DIWILAYAH HUKUMNYA, TERNYATA JARINGAN LAPAS DAN LINTAS KABUPATEN

oleh -
oleh
POLRES SUKAMARA UNGKAP PEREDARAN SABU DIWILAYAH HUKUMNYA, TERNYATA JARINGAN LAPAS DAN LINTAS KABUPATEN 1
Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Sukamara berhasil mengungkap Tindak Penyalahgunaan narkoba jaringan lintas kabupaten yang diduga kuat dikendalikan oleh seorang oknum Warga Binaan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Bun.

Sukamara (Dayak News) – Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Sukamara berhasil mengungkap Tindak Penyalahgunaan narkoba jaringan lintas kabupaten yang diduga kuat dikendalikan oleh seorang oknum Warga Binaan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Bun.

Kapolres Sukamara, AKBP Dewa Made Palguna didampingi oleh Kalapas Kelas IIB Pangkalan Bun Doni Hadriansyah, Kalapas Kelas III Sukamara Joko Priyono mengungkapkan bahwa pembongkaran jaringan ini berawal tertangkapnya tersangka FF pada 9 Februari 2023 di Sukamara.

Kemudian lanjutnya, hasil pengembangan dari tersangka FF, pihak kepolisian kembali menangkap PS pada hari yang sama di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Tersangka FF dan PS kepada penyidik mengaku mereka dikendalikan seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Pangkalanbun berinisial MF, kemudian kami pun langsung berkoordinasi dengan Lapas dan berhasil mengamankan barang bukti 33,65 gram,” tuturnya.

Dijelaskannya, dalam pengungkapan jaringan peredaran narkoba antar kabupaten tersebut pihak melakukan Kerjasama operasional terhadap pengungkapan jaringan narkoba Kabupaten Kotawaringin Barat hingga Kabupaten Sukamara.

“Dalam pemberantasan narkoba ini tidak hanya sampai disitu saja, kami sangat bekomitmen dalam melakukan pemberantasan sampai keakar-akarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Dari tangan tiga orang terduga pengendar tersebut, aparat kepolisian dibantu Lapas Kelas IIB Pangkalan berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 33,65 gram dan saat ini ketiga pelaku masih Menjalani Pemeriksaan Intensif diruang Penyidik Satresnarkoba Polres Sukamara.

Dalam kasus tersebut tersangka FF di kenakan pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun. Kemudian, tersangka PS dan MF dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan atau jo 112 ayat (2) jo 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.