TERSINGGUNG CHAT DIMEDIA SOSIAL POLISI TETAPKAN TIGA ORANG TERSANGKA

oleh -11 views

PONTIANAK, 11/4/19 (Dayak News). Polisi menetapkan tiga orang siswi menjadi tersangka dari 12 siswa yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu orang siswa SMP di Pontianak. Korban dianiaya di dua lokasi kejadian yaitu di jalan Sulawesi dan juga di sekitar taman akcaya.

Hal itu dikatakan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar bersama kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Rusli Ramli pada Rabu (10/4/19).

Ia mengatakan, kejadian penganiayaan terjadi pada Jumat 29 Maret 2019 dan dilaporkan ke Polsek pada Jumat 5 April 2019. Selanjutnya Kanit Lidik mendatangi calon tersangka dan saat itu dilakukan interogasi calon tersangka dan saat itu juga para wali bersepakat untuk mediasi.

Pada dasanya ada dilakukan cara mediasi namun mediasi menemukan jalan, karena kasus ini sudah menjadi atensi publik, maka kasusnya ditarik ke Polresta Pontianak. Selanjutynya orang tua korban dipanggil kembali ke Polresta untuk melakukan laporna polisi dan pada 8 April polisi melakukan permintaan visium ke RS Mitra Medika .

Kronoligi kasus penganiayaan terjadi karena adanya rasa tersinggung dialami pelaku dan sindir menyindir di media sosial tentang mantan pacar pelaku. Karena salah satu mantan pacar pelaku adalah sepupu korban dan orang tua salah satu pelaku pernah meminjam uang kepada korban sejumlah 500 ribu, namun sudah dikembalikan tetapi masing sering di ungkit ungkit sehingga pelaku merasa tersinggung.

Selanjutnya salah seorang pelaku janjian ketemu dengan korban, karena sudah janjian awalnya korban dijemput Dea dan Popo dua orang pelaku untuk menuju satu tempat yang sudah dijanjikan di Jl Sulawesi Pontianak dengan alasan untuk menyelesaikan masalah. Untuk menuju lokasi yang sudah dijanjikan mereka menggunakan kendaraan roda dua dengan berbonceng tiga.

BACA JUGA :  HADIANTO TEWAS DISAMBAR PETIR

Namun di lokasi kejadian sudah ada sekitar 10 orang yang sedang menunggu yang tidak dikenal oleh korban, dan salah seorang pelaku TR mempertanyakan kepada korban tentang chat. Saat dilokasi kejadian salah seorang pelaku ada yang memukul korban hingga jatuh dan ada yang menjambak dan memukul kepala dan membenturkan kepala korban.

Selajutnya korban berusaha berdiri dan melarikan diri, namun di kejar dengan menggunakan kendaraan roda dua. Selanjutnya korban berhasil di kejar di lokasi taman Akcaya dan saat itu pelaku memukul korban hingga jatuh dan salah seorang pelaklu menekan alat kelamin korban, akibatnya korban mengalami sakit dibagian kepala dan sakit di badan.

Pasal yang diterapkan kepada pelaku adalah pasal 81 tentang UU perlindungan anak karena semua pelaku adalah anak anak , ayat satu tentang penganiayaan ringan dengan tuntutan 3,6 tahun atau di bawah 7 tahun sehingga tidak dilakukan penahanan atau tepatnya diversi.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah menerima hasil visium dimana dari hasil visium di katakan, kondisi kepala tidak ada bengkak atau benjolan, mata tidak ada memar penglihatan normal, THT tidak ditemukan darah, dada tanpak simetris tidak ada memar, jantung dan paru tidak ada memar dan bekas luka tidak ditemukan.

Organ dalam “up do men” tidak ada pembesaran, alat kelamin selaput darah tidak tanpak luka robek atau memar, kulit tidak ada memar dan lebam dan visium ini ditandatangani oleh Dr Diana Natalia direktur umum RS Promedika.(Dayak News/SOS/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *