TIDAK PERLU KHAWATIR SAWIT DITOLAK

oleh -19 views

PALANGKA RAYA, 3/1/20 (Dayak News). Rencana Uni Eropa tidak mengimpor minyak sawit (CPO) dari Indonesia, karena dituduh sebagai biang kerusakan lingkungan, disikapi dengan bijak oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) Yomin Tofri.

“Hal itu jangan terlalu dikhawatirkan. Sebab di dunia ini, industri pengolahan minyak sawit itu memang satuan harganya paling murah,” ujar Yomin Tofri dalam relis awal tahun 2020 diterima Dayaknews.com,Jumat (3/1).

Dikatakan, murahnya harga satuan produksi minyak sawit mulai dari proses penanaman hingga menjadi minyak goreng itulah yang tak bisa disaingi oleh jenis tanaman lain. Kelapa (coconut), bunga matahari, kedelai, tanaman jarak, adalah beberapa pesaing dari kelapa sawit.

Selama ini, dunia barat, dikesankan Indonesia, terlalu menyerang produsen minyak sawit Indonesia, mengembangkan “kampanye negatif” tentang deforestasi. Padahal sudah sering dijelaskan bahwa perkebunan sawit di Indonesia tidak merusak hutan.

Pandangan barat yang selalu menyudutkan dan menuduh perkebunan kelapa sawit sebagai penyebab hilangnya hutan dunia, justru dibantah oleh pakar sekaligus peneliti di bidang iklim dan energi dari Union of Concern Scientist (UCS), baru-baru ini.

UCS meyakini justru deforestasi, lebih banyak dilakukan oleh peternakan sapi dan pengolahan kedelai.

Dalam rilis awal tahun 2020, BPS Kalteng mencatat Perkembangan Ekspor-Impor bulan November 2019, dimana sisi ekspor mengalami kenaikan 0,98% senilai 132,12 juta dollar AS.

Sementara di sisi impor mengalami penurunan sebesar 62,20% atau senilai 4,74 juta dolar AS.

Bahan bakar mineral (termasuk minyak sawit mentah dan minyak goreng sawit) masih menjadi komoditas utama ekspor senilai 53,52 juta dollar AS dengan kontribusi atas total ekspor Kalteng 40,51%. (CPS/BBU).

BACA JUGA :  PILKADA GUBERNUR DIHARAPKAN BERLANGSUNG DAMAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *