SEDIKITNYA 82 ORANG KORBAN KERACUNAN DIRUJUK KE RSUD KAPUAS

oleh -6 views

KUALA KAPUAS, 24/5/19 (Dayak News). Sedikitnya 82 orang warga Desa Narahan Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas harus dilarikan ke RSUD Kapuas dan mendapatkan penanganan serius setelah mengalami keracunan massal. 

Puluhan orang yang sudah mengeluhkan gejala keracunan sejak Jumat (24/5/19) pagi itu, satu per satu dilarikan ke RSUD Kapuas. Dimana hingga sore jumlahnya mencapai 82 orang.
Informasi yang berhasil dirangkum, belum diketahui pasti penyebabnya, tetapi gejala – gejala keracunan itu muncul diduga setelah menyantap makanan berupa nasi bungkus dari acara buka bersama sekaligus Safari Ramadan Pemkab Kapuas di Masjid Nurul Istiqomah, Handel Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak pada Kamis (23/5/19) sore.
Hingga berita ini dibuat, Jumat sore (24/5/19), juga belum diketahui persis tepatnya berapa jumlah warga yang mengalami keracunan massal tersebut, tetapi diperkirakan mencapai ratusan jiwa.
Kasus keracunan massal ini pertama kali diketahui setelah warga mulai dari anak – anak, dewasa dan lansia mengalami gejala – gejala diduga keracunan seperti mual, sakit perut, muntah – muntah, pusing, lemas dan lainnya.

“Kalau saya gejalanya muncul setelah sahur, sakit perut dan buang air besar terus, lalu dirujuk kesini (RSUD Kapuas), kemarin itu ada buka puasa bersama di masjid makan nasi bungkus masak habang (merah red) lauknya telur, ada kurma dan kue juga,” kata Raudah salah satu korban di rawat di RSUD Kapuas.
Sementara itu, suara sirine beberapa ambulans baik itu dari puskesmas setempat hingga relawan terus berdatangan ke RSUD Kapuas untuk mengevakuasi para korban keracunan massal tersebut. Terutama yang sudah lemah atau dehidrasi dan perlu penanganan medis secara intensif.
“Iya, sementara ini ada sekitar 82 orang korban diduga keracunan yang telah dirujuk ke RSUD Kapuas untuk penganan medis lebih lanjut,” ucap Direktur RSUD Kapuas Agus Waluyo.
Dari pantauan di lapangan, dari puluhan pasien yang dirujuk dari tempat kejadian tersebut diantaranya terpaksa harus dirawat di gajebo dan ruangan lainnya yang ada di rumah sakit dan menggunakan tandu untuk berbaring, lantaran ruangan yang penuh. 
Lebih lanjut, Direktur RSUD Kapuas Agus Waluyo menyebutkan bahwa rata – rata korban yang dirujuk ini berada diusia dewasa, lansia, kemudian diikuti anak – anak mengalami gejala keracunan.
“Ini terus kita tangani, mudah – mudahan segera berangsur pulih dan membaik,” katanya.
“Untuk jumlah totalnya kita masih belum mengetahuinya, diperkirakan itu berkisar 140 sampai dengan 160 warga, tapi kita tidak tau pasti karena yang di lapangan itu tim dari Dinkes Kapuas. Tidak menutup kemungkinan juga ada korban tambahan,” tutupnya.(Dayak News/nd/BBU).

BACA JUGA :  BUPATI HADIRI RAKORNAS PENANGANAN KONFLIK TAHUN 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *