Mantap….Non Muslim Bangun Musollah 

oleh -
oleh
Mantap....Non Muslim Bangun Musollah  3
Ketua RKLA (Rumah Komunitas Lintas Agama Hj Bunda Indah.

Tuhan Tidak Mengenal Siapa Kita Dan Apa Agama Kita, Tapi Tuhan Melihat Apa Yang Kita Buat dan Bermanfaat

Medan (Dayak News) – Sangat bangga sekali dan luar biasa melihat Ketua Pengurus POR Sejati (Baron Hans Benny Silalahi SH.MH Red-). Beliau adalah seorang penganut Non Muslim, tapi semangatnya untuk berjuang mendirikan satu Musollah, ini bisa memberikan Contoh bagi kita semua, jangan pernah kita mencampuri tentang dalam hal urusan agama, tapi kita sebagai manusia harus ambil contoh kebaikan agama orang lain yang sudah memberikan kepada kita semua.

Dan contoh yang baik itu, bukan berarti dia Islam tapi mengaku Islam, akan tetapi dia belum tentu dia Muslim yang taat. Ingat… bahwa kita di alam ini janganlah pernah melakukan kejelekan agama satu sama lain.

Mantap....Non Muslim Bangun Musollah  4
Tokoh Agama sekaligus Pendiri RKLA (Rumah Komunitas Lintas Agama) Bunda Indah bersama Ketua Pengurus Musollah POR Sejati Baron Hans Benny Silalahi SH.MH saat peresmian Musollah di Jalan Karya Jaya atau Pangkalan Mansyur.

Kita sering mengaku manusia alim, manusia suci, tapi kita sendiri tidak mempunyai mental dan berakal dalam menjalani agama. Karena selalu kita menunjukkan kejelekan atau ketidakbaikan agama lain, apalagi kita punya status agama Muslim dan Ustad.

Dan kita selalu menunjukkan bahwa seseorang itu kafir, tapi tangan telunjuknya itu bisa kembali ke kita, karena ada hubungan kita dengan Sang Pencipta (Habbuminallahu) dan hubungan antara Sesama Manusia (Habbuminnannas), yang seharusnya kita sesama manusia harus kita menunjukkan sifat dan perbuatan dalam kebaikan.

Hal itu diungkapkan Tokoh Agama sekaligus Pendiri RKLA (Rumah Komunitas Lintas Agama) Hj Bunda Indah Sabtu (18/12/2023) di Lapangan POR Sejati.

Lanjut Ibunda Indah, bahwa kita sebagai manusialah janganlah pernah dirinya selalu benar, berarti kalau sudah selalu dirinya benar, berarti orang tersebut merasa dirinya besar, kalau sudah mengaku dirinya besar,orang tersebut tidak berakal, disinilah orang tersebut menganggap dirinya paling besar,paling cantik,paling kaya dan paling beriman, tapi nyatanya NOL.

BACA JUGA :  Panglima Daerah Sumut Matahari Pagi Drs Subandi ST.MM: Tim Prabowo Tidak Mengedepankan Politik Identitas Tapi Politik Riang Gembira

Mantap....Non Muslim Bangun Musollah  5

Ingat..bahwa yang besar dan berkuasa itu hanya Allah atau Tuhan, bukan manusia. Kita ini hanya sebagai Hamba, dan kita harus ikuti apa yang diajarkan Rasulullah, yaitu kita Rendah hati, saling menghargai, saling mencintai dan saling tolong menolong.

Maka kita berkacalah diri kita sama Allah atau Tuhan, janganlah kita berkaca sama cermin, tidak akan pernah puas kita berkaca sama cermin, mau cantik, mau branded, maunya bergaya aja, tapi kalau kita sering bercermin sama Allah, maka kita malu siapa diri kita. Karena kita sendiri tercipta dari tanah, kita gosok badan kita, keluarlah daki, kita korek telinga, keluar taiknya didalam, malu kita menunjukkan diri kita siapa.

Lanjut Bunda Indah, bahwa kita ini berdiri di bumi Allah ini sudah bersyukur, bersyukur kita hidup, syukur kita diberi nafas, syukur kita kita diberi makan. Ingat..Kata Allah atau Tuhan “jangan kau dustakan nikmat hidup ini”, maka hidupmu akan gelisah, hari tuamu akan menderita, keturunan mu akan celaka.

Bukan karena Jubahmu kau masuk Surga, bukan karena Sholatmu masuk surga, bukan karena kau pintar baca Qur’an mu masuk surga. Ingat… Rasulullah orang bodoh, Jesus juga orang bodoh, tapi kedua ini selalu saja mengajarkan kebaikan untuk umatnya.

Jangan pernah kita pintar baca Kitab Suci, tapi kita selalu menipu ayat yang kita baca, dan tidak ada pernah kita menunjukkan perbuatan kita kepada orang lain. Makanya sekarang ini kita hidup di dunia, jika banyak berbuat kesalahan, maka cepatlah bertobat Nasuha, karena Allah masih terbuka untuk pintu Tobat. Malukah kita ini sebagai manusia sudahlah tua, bau tanah, belum juga bertobat.

BACA JUGA :  Ketum DPP GPEI, Khairul Mahalli: Meski Libur Panjang Lebaran Diharapkan Ekspor Tetap Lancar

Usai acara Dayak News mencoba bertanya kepada Bunda tentang makna dari kerukunan Umat beragama.
Bunda Indah mengatakan adalah kita bisa menyatukan, kita bisa melakukan merukunkan semua umat, karena juga saya salah satu ibu atau tokoh Toleransi beragama, makanya saya senang menyatukan umat beragama di Indonesia, karena ada 5 Agama di Negara Indonesia, janganlah kita pernah menghina agama satu sama lainnya, yang penting kita selalu mengajarkan kebaikan dan kebaikan. Karena Allah mengajarkan diperbanyak lah berbuat kebaikan.
Ditanya Dayak News lagi, seperti apa pesan dan kesan untuk Ketua POR Sejati, mengingat Ketua POR Sejati salah seorang Non Muslim yang mau membangun Musollah.

Bunda Indah mengatakan semoga para Pengurus POR Sejati, khususnya Ketuanya Baron Hans Benny Silalahi untuk lebih semangat lagi membangun mesjid lebih besar, dan kalau bisa juga membangun mesjid yang lain. Jagalah amanah ini dengan baik, agar bisa menjadi contoh teladan kepada orang lain.

Dan saya bermohon untuk jangan kotor dan dijaga kebersihannya Musollah ini dengan baik. Karena yang dibangun Musollah Umat Nasrani bersihnya luar biasa,pakai AC lagi. Justru yang dibangun Mesjid atau Musollah yang dibangun Umat Islam masih kotor, sesama pengurus masih suka berantem. Kalau bisa didalam Masjid jangan ada kita mencampuri urusan Politik yang mengarah Negatif.

Hal senada diungkapkan Ketua Pengurus Musollah POR Sejati dan Seorang Pengacara Baron Hans Benny Silalahi SH.MH mengatakan saya sangat bangga melihat para Pengurus POR Sejati dan para Ibu-ibu untuk datang ke acara peresmian Musollah di jalan Karya Sejati.

Bahwa saya bangga juga bangunan Musollah di bangun oleh para Pengurus POR Sejati. Karena mulai dari tahun 1965 lapangan POR Sejati ini belum ada Musollahnya tempat ibadah umat Islam. Dan bersyukur sekali saya mempunyai Pengurus yang sama semangat nya berinisiatif membangun Musollah. Tujuannya agar umat Islam beribadah tidak jauh lagi ke Mesjid, tapi sudah bisa Sholat di Lapangan POR Sejati.

BACA JUGA :  POCARI SWEAT ADAKAN VIRTUAL LAUNCHING POCARI SWEAT RUN 2022

Ditanya Dayak News bahwa apa Motivasi Pak Hans membangun Musollah ini, mengingat Pak Hans sendiri beragama Non Muslim.
Hans mengatakan untuk menyatukan Kerukunan Umat Beragama, agar kita bersatu berdasarkan UUD 1945. Karena saya kelahiran di Daerah Karya Jaya dan sejak saya lahir 1971 lapangan POR Sejati tidak punya Musollah, makanya saya bangun dan siap 8 bulan Musollah. Untuk kapasitas didalam Musollah ada 50 Jama’ah dan Mushalla ini terus dibuka 24 jam.

Ditanya Dayak News apa Filosofi dalam Hidup Pak Hans.
Hans mengatakan bahwa Filosofi hidup saya “Ora Et Labora” (Berdoa dan Berusaha) dan supaya hidup kita menjadi berkat selalu bagi orang maupun bagi kita. (Said Kamal Dewak S.Sos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.