JELANG PERNIKAHAN, GURU HONORER DITEMUKAN TEWAS DALAM WC

oleh -
JELANG PERNIKAHAN, GURU HONORER DITEMUKAN TEWAS DALAM WC 1
Jasad korban langsung dievakuasi oleh Tim ERP menuju Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

Palangka Raya (Dayak News) – Tidak ada yang mengetahui rahasia Tuhan, seperti yang dialami Arnuni Kristin (29) yang ditemukan meninggal dalam kamar mandi rumahnya, Kamis (06/01) sekitar Pukul 13.30 WIB dikomplek Perumahan Manazil Jalan Yusuf Arimatea Gg. Teluk Bayur.

Guru Honorer di SMP Negeri 12 Palangka Raya yang akan melangsungkan pernikahannya pada tanggal 13 Januari 2022 tersebut ditemukan pertama kali oleh tetangganya yang juga kerabatnya, Rifka (35) dalam kondisi kepala berada didekat Pintu Kamar Mandi dan mengeluarkan darah dari hidung.

Menurut Rifka tidak seperti biasanya lampu teras rumah korban hidup hingga siang hari, lalu sekitar pukul 13.30 WIB Bersama Keponakannya mencoba mengetuk pintu rumah korban namun tidak ada jawaban sementara sepeda motor korban berada disamping rumah.

“Karena tidak ada jawaban, saya coba ambil kunci serap rumahnya karena biasa nuni titip ke kami kalo pergi, tapi pas dicoba tidak bisa masuk terganjal, lalu saya coba lewat pintu belakang arah dapur terus kami dobrak terbuka,” ungkap Rifka.

JELANG PERNIKAHAN, GURU HONORER DITEMUKAN TEWAS DALAM WC 2
Jasad korban langsung dievakuasi oleh Tim ERP menuju Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

Saat masuk menuju ruang utama, Betapa terkejutnya rifka dan keponakannya melihat korban sudah dalam posisi tergeletak didepan pintu kamar mandi dan melihat darah keluar dari hidung korban. “Melihat nuni udah kaya gitu saya langsung panggil ayah saya yang baru datang dari kampung dan menelpon calon suaminya.”pungkas Rifka.

Sementara itu, Menerima Laporan adanya temuan jenazah, Piket Fungsi SPKT Polresta Palangka Raya dan Polsek Jekan Raya langsung menuju lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan saksi – saksi dan Melakukan Olah TKP.

“Sementara dari saksi-saksi yang kita mintai keterangan dilokasi kejadian serta olah tempat kejadian perkara tidak ditemukan adanya tanda-tanda mengarah ketindak pidana dan beberapa saksi yang merupakan keluarga korban menuturkan kalo korban memang ada riwayat sakit tekanan darah tinggi.” Jelas Ipda Yudi Wahyudi, Kepala SPKT Polresta Palangka Raya.

Setelah dilakukan Identifikasi, Jasad korban langsung dievakuasi oleh Tim ERP menuju Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan Visum Et Repertum oleh Dokter Ahli Forensik. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.