REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN POLISI DI KOMPLEK PONTON DIGELAR, SEJUMLAH ADEGAN DIPERAGAKAN TERSANGKA

oleh -
REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN POLISI DI KOMPLEK PONTON DIGELAR, SEJUMLAH ADEGAN DIPERAGAKAN TERSANGKA 1
Rekonstruksi Pembunuhan Terhadap Anggota Kepolisian Berinisial Aipda AW yang ditemukan tewas dikampung narkoba Komplek Ponton Palangka Raya pada Jumat (02/12/2022) yang lalu.

Palangka Raya (Dayak News) – Kepolisian Resort Kota Palangka Raya menggelar Reka adegan atau Rekonstruksi Pembunuhan Terhadap Anggota Kepolisian Berinisial Aipda AW yang ditemukan tewas dikampung narkoba Komplek Ponton Palangka Raya pada Jumat (02/12/2022) yang lalu.

Digelar dihalaman Mapolresta Palangka Raya, Kamis (19/01/2023) kedelapan Pelaku yang berhasil diamankan yakni Abu Kasim, Ahmad Muzakir, Suhaili alias Lili, Adi Alias Tikus, Nopriansyah alias Tengkong, Baidi alias Japang, Muhammad Iqbal alias Bal Tumbal dan Ahmad Laksa turut dihadirkan untuk memperagakan adegan yang terjadi pada peristiwa pembunuhan tersebut.

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berat berujung kematian yang telah merenggut nyawa Personil Biddokes Polda Kalteng berinisial Aipda AW (38) tersebut setidaknya telah memperagakan sejumlah adegan.

“Pada rekonstruksi kali ini, total ada 22 adegan yang dilakukan para pelaku saat kasus tersebut terjadi,” ungkap Kapolresta Palangka Raya, Polda Kalteng Kombes. Pol. Budi Santosa melalui Kasat Reskrim Kompol Ronny M Nababan, Kamis (19/01/2023) siang.

REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN POLISI DI KOMPLEK PONTON DIGELAR, SEJUMLAH ADEGAN DIPERAGAKAN TERSANGKA 2

Reka adegan ini dimulai dari kedatangan Korban di Jalan Rindang Banua menuju Komplek Ponton yang menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah milik korban.

“Pada adegan ini, almarhum sempat bertemu dengan pelaku berinisial A dan meminta jatah sabu sebanyak 0,5 gram yang kemudian terjadilah adu mulut,” urai Kasat.

Tidak hanya sampai disitu saja, terang Ronny, kemudian korban menuju pos pemeriksaan 2 didalam komplek ponton ujung dan bertemu kembali dengan Pelaku A tadi lalu bertemu juga dengan pelaku berinisial SU dan RA serta RH yang kini masih DPO.

“Lalu dilokasi ini korban berinisiatif mengambil pisau yang disimpan dipinggang sebelah kiri korban karena adanya cekcok namun pelaku A dengan sigap mengambil pisau tersebut dan membuangnya serta melakukan pemukulan dengan tangan kosong,” terang Kasat.

Dilanjutkan pada adegan delapan, terjadilah penembakan menggunakan Airgun genggam namun Tetapi tidak mengenai korban. Aksi kejar-kejaran pun terjadi ketika itu yang dilakukan oleh Pelaku IL alias Teteh, NO, BA, MI, dan SA yang kini juga DPO.

Lebih lanjut, Ronny menerangkan, jika pada adegan dua belas korban ditembak oleh IL alias Teteh sebanyak 5 kali lalu dipukul pelaku inisial AK menggunakan palu sebanyak 2 kali dan diikuti oleh NO dengan tangan kosong.

Sementara itu, lanjut Kasat, Mengetahui adanya penganiayaan tersebut, Ketua RW setempat kemudian datang ke lokasi karena mendengar adanya teriakan minta tolong dari korban dan kejadian ini dilaporkan apa yang diketahui kepada Kapospol Pelabuhan Rambang Aiptu Totok Santoso.

“Ketika petugas kepolisian datang kelokasi kejadian, korban saat itu masih hidup dan posisi masih di dalam kolam rawa. Kemudian, sesampainya di RS Bhayangkara nyawa korban sudah tidak bisa ditolong lagi,” Pungkasnya. (AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.